Kecelakaan di Sungai Komering, Lansia Tenggelam Saat Menyeberang
Zainudin (74) ditemukan meninggal setelah tenggelam saat menyeberangi Sungai Komering untuk menjenguk cucunya. Peristiwa ini terjadi di Desa Suka Negeri, Kecamatan Semendawai Barat, Kabupaten OKU Timur. Operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan perahu karet dan kemungkinan penyelaman oleh Basarnas.
Alasan Zainudin Menyeberang
Berdasarkan keterangan warga setempat, korban berniat menjenguk cucunya yang berada di seberang sungai. Meskipun arus sungai cukup deras, ia memilih untuk menyeberang dengan berenang. Beberapa warga sempat memperingatkan korban agar tidak menyeberang dengan cara tersebut karena kondisi arus yang berbahaya. Namun, korban tetap melanjutkan niatnya.
Saat berada di tengah sungai, korban diduga mulai kelelahan dan kesulitan melawan arus. Ia sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya terseret arus dan tenggelam. Kejadian ini terjadi pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Operasi Pencarian Dilakukan
Informasi kejadian tersebut baru diterima oleh Kantor SAR Palembang pada pukul 18.55 WIB. Setelah menerima laporan, tim rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengatakan bahwa tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian setelah tiba di lokasi kejadian. “Begitu menerima laporan, kami segera mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan,” ujarnya.
Pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan Sungai Komering menggunakan perahu karet di sekitar lokasi kejadian. Area pencarian difokuskan di sekitar lokasi kejadian hingga radius beberapa kilometer mengikuti arah arus sungai. Jika kondisi air memungkinkan, tim juga akan melakukan penyelaman untuk mempercepat proses pencarian korban.
Partisipasi Berbagai Unsur SAR
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Basarnas Kantor SAR Palembang, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, relawan, serta masyarakat setempat yang turut membantu menyisir bantaran sungai.
Raymond juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya menangani lebih dari satu kejadian orang tenggelam di wilayah Sumatera Selatan. “Dalam tiga hari terakhir kami menangani dua operasi SAR terkait orang tenggelam, yakni di Kabupaten PALI dan Kabupaten OKU Timur. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai atau perairan terbuka,” katanya.
Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama saat menghadapi kondisi arus sungai yang tidak menentu. “Jangan memaksakan diri menyeberang sungai dengan berenang, apalagi jika arus sedang deras. Gunakan sarana penyeberangan yang aman untuk menghindari risiko kecelakaan di perairan,” tegas Raymond.
Hingga Sabtu (14/3/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban dengan menyisir aliran Sungai Komering di sekitar lokasi kejadian.
Kecelakaan Lain: Anak SD Tenggelam Usai Bermain Bola
Selain kejadian di Sungai Komering, ada kasus lain di mana seorang anak SD, IR (10 tahun), tenggelam usai pamit main bola. Kejadian ini terjadi di waduk tepat belakang Kantor Kelurahan Sambikerep, Kota Surabaya, pada Selasa (10/3/2026) siang.
Novi, ibunda IR, tak berhenti menangis setibanya di gerbang pintu masuk menuju waduk. Raut wajahnya memerah dan air mata terus mengalir dari kelopak mata hingga membasahi pipinya. IR merupakan anak semata wayang Novi, dan ia terpukul mendapati kabar bahwa anaknya tenggelam dalam waduk tersebut.
Kondisi Lokasi dan Penyelamatan
Lokasi waduk tersebut berada di belakang sisi timur Gedung Kantor Kelurahan Sambikerep. Cuma dibatasi oleh beberapa petak sawah. Akhirnya, Novi ditenangkan oleh para tetangganya serta dibantu petugas BPBD Kota Surabaya untuk dibopong ke salah satu ruangan di Kantor Kelurahan Sambikerep.
Berdasarkan informasi yang diketahuinya, Siti Majumah (40) mengatakan, Korban IR sempat berpamitan kepada ibundanya hendak bermain sepak bola di halaman sekolahan SDN 1 Sambikerep. Lantaran pagar sekolahan tersebut dalam kondisi dikunci, Korban IR bersama dua temannya memilih bermain di waduk sekaligus mencari katak.
Tidak hanya mencari di pinggiran waduk, Korban IR dikabarkan juga sempat berenang ke tengah waduh untuk mencari katak. Lalu, tak lama kemudian, korban tiba-tiba tenggelam setelah kedua temannya melihat tangan korban berada di atas permukaan air.
Melihat Korban IR tenggelam, dua orang temannya lantas berlarian ke jalanan utama di dekat lokasi termasuk ke Kantor Kelurahan Sambikerep untuk meminta bantuan.
Proses Penyelamatan
Anggota Satpol PP Kantor Kelurahan Sambikerep Kota Surabaya, Aknan, menceritakan dirinya baru menyadari adanya kejadian tersebut, saat dua orang teman korban ditemani beberapa orang petugas pembangunan proyek melaporkan kejadian anak tenggelam ke kantornya. Waktu itu, mereka datang sekitar pukul 12.00 WIB, atau sesaat Azan Salat Zuhur berkumandang.
Setelah memeriksa lokasi waduk tersebut, ia bergegas melapor ke petugas terkait melalui sambungan Call Center 112. Tak lama kemudian beberapa tim rescue khusus penyelam tiba ke lokasi dan melakukan pencarian terhadap korban. Hingga akhirnya, sekitar pukul 13.05 WIB, tubuh korban berhasil ditemukan.
Lokasinya agak menjorok ke tengah, diperkirakan jaraknya sekitar tiga meter, dari bibir pinggiran waduk yang berada di belakang Kantor Kelurahan Sambikerep Kota Surabaya. Jenazah korban dibawa ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH).












