Penyelidikan Kasus Pelecehan Seksual yang Melibatkan Ustaz Solmed
Kasus pelecehan seksual sesama jenis yang diduga melibatkan seorang ustaz terkemuka, Ustaz Solmed, kini sedang menjadi perhatian publik. Setelah laporan resmi diajukan oleh para korban, pihak kuasa hukum akhirnya memberikan klarifikasi mengenai situasi yang terjadi.
Peristiwa ini dimulai dari laporan yang disampaikan oleh tim kuasa hukum korban kepada Bareskrim Polri pada hari Kamis (12/3/2026). Dalam laporan tersebut, diberitakan bahwa ada indikasi adanya pelaku yang diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap beberapa korban.
Benny Jehadu, salah satu kuasa hukum korban, menyebutkan bahwa pelaku memiliki ciri-ciri tertentu. Ia menjelaskan bahwa sosok tersebut adalah seorang ustaz yang sering muncul di televisi sebagai juri dalam acara hafiz Al-Qur’an di sebuah stasiun TV swasta. Benny juga menegaskan bahwa inisial pelaku adalah SAM, dan ia sering hadir dalam acara tersebut.
“Terlapor ini inisialnya SAM, beliau ini sering mengisi salah satu acara di TV swasta,” ujar Benny, seperti dikutip dari Tribunnews.com.
Menurut Benny, penyidik telah memiliki bukti yang cukup kuat untuk menindaklanjuti kasus ini. Oleh karena itu, tim kuasa hukum meminta agar pihak kepolisian segera memanggil pelaku dan menetapkannya sebagai tersangka.
“Tentu kami secara tegas terkait laporan kami adalah harapan kami kepada teman-teman penyidik untuk segera panggil terhadap terlapor ya, lalu segera ditetapkan sebagai tersangka,” tambah Benny.
Dari informasi yang diperoleh, kuasa hukum korban lainnya, Wati, menyebutkan bahwa bukti-bukti seperti chat, video, dan dokumen pendukung lainnya telah diserahkan kepada penyidik. Salah satu video yang disebutkan adalah rekaman saat pelaku memohon maaf kepada tokoh-tokoh ulama.
“Bukti yang diserahkan kita tadi ke penyidik, bukti chat ya, terus video, dan ada beberapa bukti yang lain juga,” jelas Wati.
Selain itu, korban yang dilaporkan dalam kasus ini disebut lebih dari satu orang. Menurut tim kuasa hukum, terdapat lima korban yang menjadi klien mereka. Semua korban mengalami trauma psikologis akibat tindakan yang diduga dilakukan oleh pelaku.
“Korbannya saat ini untuk klien kami ada lima orang ya karena memang atas kasus ini kan sebetulnya tadi kami sudah jelas menyampaikan bahwa ini kasusnya itu pelecehan seksual terhadap bukan anak perempuan ya, laki-laki, sesama jenis ya,” ujar Benny.
Ia juga menambahkan bahwa di antara korban terdapat yang masih di bawah umur dan yang sudah dewasa.
Setelah berita ini menyebar, Ustaz Solmed akhirnya memberikan pernyataan melalui akun Instagramnya @ustad_solmed. Dalam unggahannya, ia menyangkal bahwa dirinya adalah pelaku yang dimaksud.
“Lagi rame nih soal inisial SAM. Nama saya itu = Saleh Mahmud Munawir, jadi kalau mau pakai inisial ya SMM bukan SAM. Kok bisa – bisa nya sih pada nyasar ke ig saya? Pake nitip sendal, jeruk, ta’jil pula ya udah, gini aja deh, yg udah pada nitip sendal dan jeruk di akun ig saya, plus SUDAH IKUT MEMFITNAH dan BURUK SANGKA ke saya, biar urusan ini di akherat tidak berkepanjangan, mumpung bulan Ramadhan.”
Ustaz Solmed juga menambahkan pesan promosi untuk produk minuman kozma Water, dengan ajakan untuk memesan minimal 3 dus untuk persiapan lebaran.











