
Kemacetan sering menjadi kata pertama yang muncul dalam pikiran saat berbicara tentang lalu lintas di Ibu Kota. Namun, keadaan ini tidak terlihat sama sekali pada Kamis (19/3) atau H-2 Lebaran 2026.
Pantauan sejak pukul 08.00 WIB menunjukkan bahwa di Jalan Jenderal Sudirman, antrean kendaraan yang biasanya mengular menjelang simpang Semanggi kini sudah tidak terlihat. Suara klakson dan deru kendaraan yang biasanya memekakkan telinga juga tidak terdengar.
Hal serupa juga terjadi di Bundaran HI. Kendaraan yang biasanya berebut untuk melintas, saat ini justru sangat lancar.

Di Jalan Gatot Subroto juga tergolong lengang. Tidak terlihat adanya kendaraan yang berjalan merayap, rata-rata pengemudi bisa memacu kendaraannya hingga 50-60 kilometer per jam.
Di titik lain yang biasanya menjadi simpul kemacetan, seperti kawasan Tugu Tani, juga terbilang lengang.
Saat ini, banyak warga Jakarta dan sekitarnya telah melakukan mudik untuk merayakan hari raya di kampung halaman. Hingga H-3 Lebaran kemarin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit memperkirakan sudah ada 1,2 juta kendaraan keluar dari Jakarta melalui tol.
“Perkiraan untuk saat ini yang keluar dari Jakarta sebesar 1.213.788 kendaraan ini yang melalui tol,” ujar Sigit usai melepas ribuan pemudik dalam acara ‘Mudik Gratis Polri Presisi 2026’ di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (18/3).

Sigit mengatakan, angka ini lebih tinggi 20,89 persen dibandingkan volume kendaraan di hari biasa.
“Naik 20,89 persen dibandingkan volume lalu lintas harian normal atau naik 2,83 persen dibandingkan lebaran tahun 2025,” ucap Sigit.
Ia pun menyebutkan kawasan Pelabuhan Merak menjadi titik dengan volume kendaraan paling padat. Sementara itu, di area tol titik terpadat berada di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama).
Saat ini Korlantas Polri juga telah memberlakukan rekayasa lalu lintas one way dari KM 70 Gerbang Tol Cikatama hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung.
Faktor Penyebab Kemacetan yang Berkurang
Beberapa faktor turut berkontribusi pada penurunan kemacetan di Jakarta dan sekitarnya. Pertama, para warga Jakarta telah melakukan mudik lebih awal daripada biasanya. Hal ini membuat lalu lintas di jalanan utama menjadi lebih lancar.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi. Misalnya, pengaturan lalu lintas secara berkala dan penggunaan sistem one way di beberapa titik yang sering macet.
Tidak hanya itu, adanya program mudik gratis oleh Polri juga membantu mengurangi beban lalu lintas. Dengan adanya layanan tersebut, banyak pemudik memilih untuk menggunakan jalur tol yang lebih efisien dan aman.
Rekayasa Lalu Lintas yang Dilakukan
Korlantas Polri telah memperketat pengawasan di beberapa titik penting. Salah satu yang paling signifikan adalah penerapan sistem one way di jalur tol. Rekayasa ini dilakukan untuk menghindari kemacetan yang berpotensi terjadi karena lonjakan jumlah kendaraan.
Titik-titik yang menjadi fokus pengawasan antara lain Gerbang Tol Cikatama dan Gerbang Tol Kalikangkung. Dengan adanya sistem one way, arus lalu lintas dapat lebih terkendali dan mengurangi risiko kemacetan yang parah.
Prediksi dan Persiapan untuk Hari-Hari Berikutnya
Meski situasi saat ini cukup baik, Kapolri tetap meminta masyarakat untuk tetap waspada. Terlebih, beberapa hari ke depan masih akan terjadi lonjakan kendaraan yang masuk dan keluar Jakarta.
Dalam rangka menghadapi hal ini, pihak kepolisian akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Tujuannya adalah agar lalu lintas tetap lancar dan kecelakaan dapat diminimalkan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga keselamatan diri serta orang lain. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, mudik Lebaran 2026 diharapkan berjalan lancar dan aman.













