JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan bahwa pemberlakuan sistem satu arah atau one way nasional dari Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, berpotensi diperpanjang pada hari ini, Kamis (19/3/2026), tergantung pada dinamika volume kendaraan di lapangan.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho mengakui bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB), skenario rekayasa lalu lintas one way difokuskan pada 17–18 Maret 2026 yang diproyeksikan sebagai puncak arus mudik. Hanya saja, kebijakan tersebut dipastikan tetap bersifat situasional.
“Tanggal 17—18 itu adalah skenario yang diperkirakan puncak arus. Tetapi terbukti kan tanggal 18 puncak arusnya. Dengan adanya sisa sekian persen yang masih di Jakarta, kami akan melihat ketika besok [Kamis, 19/3/2026] masih cukup tinggi, kami akan lanjutkan one way nasional sampai [KM] 414 Jawa Tengah,” ujarnya kepada wartawan di KM 29 Tol Jakarta-Cikampek, Kamis (19/3/2026) dini hari.
Berdasarkan data pantauan Korlantas, arus pergerakan kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada Rabu (18/3/2026) malam diproyeksikan mencapai sekitar 250.000 unit kendaraan, melonjak dibandingkan dengan pergerakan pada hari sebelumnya yang tercatat sebanyak 221.000 kendaraan.
Kendati demikian, Agus mengestimasikan baru sekitar 42% pemudik yang telah meninggalkan wilayah Jakarta. Artinya, masih terdapat lebih dari 50% potensi pergerakan masyarakat menuju ke arah Trans Jawa maupun rute lainnya yang harus dikelola hingga H-1 Lebaran.
Demi mendukung kelancaran distribusi arus di Jawa Tengah, kepolisian setempat juga telah memberlakukan one way lokal mulai dari KM 414 Kalikangkung hingga ke arah kawasan dataran tinggi Ungaran.
Pelabuhan dan Ganjil Genap
Di samping jalan tol, Korlantas menyampaikan pergerakan di jalur arteri maupun penyeberangan antarpulau terpantau terkendali. Pelabuhan Merak-Bakauheni disebut beroperasi tanpa antrean berarti.
Sementara itu, untuk penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang (Jawa Timur) menuju Pelabuhan Gilimanuk (Bali) telah ditutup secara resmi pada Kamis (19/3/2026) pukul 05.00 waktu setempat seiring dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Terkait dengan implementasi ganjil genap di jalan tol, Agus menegaskan bahwa skema tersebut saat ini masih berstatus sebagai imbauan. Pihaknya masih berfokus pada efektivitas rekayasa contraflow dan one way untuk mencairkan kepadatan lalu lintas.
“Ganjil genap itu imbauan ya. Jadi memang malam ini kita masih memantau, beberapa anggota masih ada di jalan, termasuk pola-pola penanganan contraflow masih kita pantau terus. Alhamdulillah masih cukup lancar,” ujar Agus.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Mabes Polri menginstruksikan jajaran di tingkat Polsek dan Polres untuk memberikan layanan penitipan kendaraan bagi masyarakat yang mudik, serta mengaktifkan sejumlah Satgas Preemtif dan Preventif untuk menekan potensi kriminalitas di permukiman yang ditinggalkan warga.
Strategi Pengelolaan Arus Mudik
Penerapan one way nasional menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi lonjakan arus mudik. Selain itu, penggunaan teknologi dan sistem pengawasan real-time turut berperan penting dalam memastikan kelancaran lalu lintas.
Selain itu, pengelolaan arus mudik juga melibatkan kerja sama antara korps lalu lintas dengan pihak-pihak terkait seperti instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat. Hal ini bertujuan agar semua pihak dapat saling mendukung dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Adapun pengaturan lalu lintas di beberapa titik strategis seperti pelabuhan dan jalan tol tetap dilakukan secara ketat. Kebijakan ganjil genap pun dijadikan sebagai alternatif untuk membantu mengurangi beban lalu lintas.
Kemudian, pengelolaan arus mudik juga tidak hanya fokus pada jalan raya, tetapi juga pada area-area yang rawan seperti daerah perkotaan, kawasan wisata, dan permukiman penduduk. Dengan demikian, semua aspek terkait arus mudik dapat terpantau dan dikelola dengan baik.












