Pemantauan Hilal 1447 Hijriah di Kampus Itera
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung akan melakukan pemantauan hilal 1447 hijriah di kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), pada hari Kamis, 19 Maret 2026. Pemantauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam menentukan awal bulan Ramadan.
Ahmad Fikri Yulian, Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kabid Urais Kanwil Kemenag) Provinsi Lampung, menjelaskan bahwa Kakanwil Kemenag Lampung, Zulkarnain, akan memimpin langsung kegiatan pemantauan hilal tersebut.
“Jadi, hari ini secara keseluruhan Kanwil Kemenag Lampung se-Indonesia akan melakukan pemantauan hilal termasuk di Lampung. Pemantauan hilalnya akan dilaksanakan di kampus Itera,” ujarnya saat diwawancarai via telepon.
Pihak Institut Teknologi Sumatera (Itera) telah menyediakan berbagai peralatan yang diperlukan untuk pemantauan hilal. Pemantauan rencananya akan dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB.
“Kesiapan sudah mencapai 90 persen karena Itera menyediakan seluruh alat pemantauan hilal tersebut,” tambah Fikri.
Ia juga menjelaskan bahwa bagi organisasi keagamaan dan masyarakat umum diperbolehkan mengikuti proses pemantauan rukyatul hilal. Namun, hingga saat ini masyarakat masih menunggu ketentuan resmi mengenai lebaran dari Kementerian Agama.
“Tahun ini kami fokuskan pemantauan hilalnya di kampus Itera, meskipun ada tiga lokasi pemantauan hilal. Setelah pemantauan dilakukan, data akan dikirim ke Kemenag pusat hari ini juga,” katanya.
Tim yang terlibat dalam pemantauan tidak hanya terdiri dari bidang urais, tetapi juga melibatkan humas dan organisasi keagamaan. Proses pemantauan ini bertujuan untuk memastikan keakuratan penentuan awal Ramadan sesuai dengan ketentuan agama.
Lokasi dan Persiapan Pemantauan
Adapun lokasi pemantauan hilal di Provinsi Lampung mencakup tiga titik yang telah ditentukan. Meski begitu, fokus utama pemantauan tahun ini adalah di kampus Itera. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan alat dan fasilitas yang memadai serta kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin mengikuti proses pemantauan.
Selain itu, persiapan yang dilakukan oleh pihak Itera sangat matang. Mulai dari pengadaan alat optik hingga penyusunan jadwal pemantauan. Dengan demikian, setiap elemen yang diperlukan telah dipersiapkan agar proses pemantauan berjalan lancar dan efektif.
Partisipasi Masyarakat
Masyarakat umum diizinkan untuk mengikuti pemantauan hilal yang dilakukan di kampus Itera. Hal ini merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam menentukan awal bulan Ramadan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk mematuhi aturan dan prosedur yang telah ditetapkan.
Selain itu, kehadiran masyarakat dalam pemantauan hilal juga menjadi bagian dari edukasi tentang tradisi dan budaya keagamaan yang berkembang di wilayah Provinsi Lampung. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya pemantauan hilal dalam konteks kehidupan beragama.
Tim yang Terlibat
Dalam pelaksanaan pemantauan hilal, tim yang terlibat tidak hanya terbatas pada pegawai Kanwil Kemenag saja. Melainkan juga melibatkan berbagai pihak seperti humas dan organisasi keagamaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan koordinasi yang baik dan informasi yang akurat dapat disampaikan kepada masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan pemantauan hilal dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang akurat. Selain itu, kerja sama ini juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan tradisi yang telah lama dijalani oleh masyarakat.













