Kenangan Lebaran yang Terasa Kosong
Lebaran tahun ini terasa sangat berbeda bagi Harry Kiss, ayah dari Vidi Aldiano. Kehadiran sang putra, yang meninggal dunia pada 7 Maret 2026 akibat kanker ginjal, kini hanya menjadi kenangan. Vidi, yang memiliki nama asli Oxavia Aldiano, meninggal setelah berjuang melawan penyakit tersebut selama tujuh tahun. Kepergiannya masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan para sahabatnya.
Harry mengungkapkan bahwa suasana Lebaran kali ini terasa jauh lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mencurahkan isi hatinya menjelang perayaan Idul Fitri, mengekspresikan rasa kehilangan yang dalam. Salah satu hal yang paling dirindukan adalah tradisi foto bersama setiap Lebaran, yang selalu dilakukan di depan rumah dengan berbagai konsep yang berbeda setiap tahun.
“Selalu kita foto di depan rumah itu dengan berbagai macam ide,” ujarnya. “Tiba-tiba Power Rangers lah, masaklah, kopi lah.”
Tradisi sederhana ini kini terasa sangat berarti setelah kepergian Vidi. Kenangan tersebut menjadi pengingat akan kebersamaan hangat yang pernah mereka lalui.
Tradisi Lebaran Keluarga Vidi Aldiano
Tradisi foto bersama yang selalu dilakukan setiap Lebaran kini hilang. Harry Kiss mengatakan bahwa momen tersebut selalu dilakukan dengan berbagai konsep yang berbeda setiap tahun. Kehilangan Vidi membuat tradisi ini terasa begitu berharga.
Harry juga mengaku bahwa ia berusaha untuk dapat mengunjungi makam suami Sheila Dara di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, setiap hari. Tak hanya ziarah ke makam Vidi, ia juga mengunjungi makam orang tuanya yang lokasinya berdekatan.
“Kita tiap hari berusaha untuk ziarah ya. Selain ke Vidi, kebetulan bapak ibu juga dekat-dekat sini,” ucap Harry. “Jadi, kita selalu menyempatkan untuk ziarah ke orang tua kami juga selain ke Vidi ya.”
Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan pada Minggu (8/3/2026) di TPU Tanah Kusir.

Para Sahabat Kompak Pakai Baju Biru di Pemakaman Vidi Aldiano
Ada hal yang menyita perhatian selama pemakaman Vidi Aldiano, yaitu pakaian berwarna biru yang dikenakan keluarga dan para sahabat. Istri Vidi, yakni Sheila Dara, terlihat mengenakan kerudung pasmina biru yang menutupi kepala. Selain itu, Raisa, Afgan, Fadil Jaidi, Keanu Angelo hingga Anya Geraldine kompak memakai baju biru saat mengantarkan pelantun lagu Status Palsu tersebut ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Pilihan warna yang tampak seragam itu ternyata bukan kebetulan. Warna biru dipilih oleh para sahabat sebagai simbol penghormatan terakhir kepada Vidi, sekaligus memiliki makna khusus yang berkaitan dengan sang penyanyi semasa hidupnya.
Makna di balik warna biru tersebut diungkap oleh salah satu sahabat Vidi, Ranggaz Laksmana. Melalui unggahan di Instagram pribadinya @ranggazlaksmana, Minggu (8/3/2026), ia menjelaskan alasan mengapa banyak orang yang datang ke pemakaman Vidi mengenakan warna biru.
Menurut Ranggaz, warna biru memiliki arti penting bagi Vidi Aldiano karena dianggap sebagai simbol keberhasilan dan keberuntungan dalam hidupnya.
“Hari ini semua orang yang sayang sama kamu pake baju biru, kamu pernah bilang, sesuai feng shui, itu warna keberhasilan dan keberuntungan kamu,” tulis Ranggaz.
Ranggaz juga menyampaikan kehadiran begitu banyak orang di pemakaman menjadi bukti bahwa Vidi adalah sosok yang dicintai oleh banyak orang.
“Hari ini kamu berhasil Vid, berhasil dalam hidup, berhasil mengumpulkan sebegitu bayak org untuk hadir buat kamu, tapi yang beruntung kita-kita, beruntung bisa kenal sama orang seperti kamu, beruntung ada kesempatan disayang sama kamu,” tulisnya.













