Kebakaran Rumah di Kota Gorontalo Diduga Akibat Kelalaian Saat Mengganti Tabung Gas
Kebakaran rumah terjadi di kawasan Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Peristiwa ini menimpa rumah kontrakan milik Hayati Komendangi pada Selasa (17/3/2026) sore, menjelang waktu berbuka puasa. Kejadian ini diduga disebabkan oleh kelalaian saat mengganti tabung gas.
Hayati menceritakan kejadian itu bermula saat dirinya sedang memasak nasi untuk berbuka puasa. Ia menyadari gas yang digunakan telah habis dan segera menggantinya dengan tabung yang baru. Namun, tanpa disadari, kompor diduga belum dalam kondisi mati saat proses penggantian tabung dilakukan.
Setelah mengganti tabung gas, ia kembali menyalakan kompor. Tidak lama kemudian, api besar muncul dari kompor dan juga dari tabung gas yang baru saja dipasang. Api cepat merambat ke benda-benda di sekitarnya, termasuk tumpukan kain.
Upaya Memadamkan Api yang Gagal
Dalam kondisi panik, Hayati mencoba memadamkan api dengan cara yang ia ketahui. Ia membawa kompor dan tabung gas ke kamar mandi dan mencoba menutup api menggunakan kain basah. Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Api justru semakin membesar dan melibatkan barang-barang di sekitarnya.
Wajah Hayati mengalami luka akibat terkena semburan panas uap dari api. Ia kemudian keluar rumah dalam kondisi panik sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan.
Bantuan dari Warga dan Petugas
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera datang membantu. Petugas dari SPBU yang berada tepat di depan rumahnya turut sigap membawa alat pemadam api ringan (APAR) untuk membantu memadamkan kobaran api. Meski demikian, api tetap sulit dikendalikan hingga akhirnya dapat dipadamkan.
Setelah kejadian, atas saran keluarganya, Hayati langsung menuju Rumah Sakit Siti Hadijah untuk mendapatkan penanganan medis. Ia mengaku wajahnya mengalami panas dan memerah setelah terkena semburan panas. Setelah mendapatkan perawatan dan obat-obatan, ia diperbolehkan pulang dan kini sementara tinggal di rumah saudaranya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kerugian Material yang Signifikan
Rumah yang terbakar diketahui telah ia kontrak selama empat tahun. Beberapa barang berharga seperti televisi, laptop, dan mesin cuci ikut terbakar. Hayati mengaku belum ada pihak pemerintah yang datang untuk melakukan pendataan maupun memberikan bantuan pascakebakaran tersebut.
Kehidupan Sehari-hari Hayati
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Hayati bekerja dengan berjualan di depot bensin sederhana. Ia mengungkapkan bahwa pemilik rumah kontrak meminta dirinya untuk fokus pada pemilihan pasca kejadian. Meski begitu, Hayati masih menghadapi tantangan dalam membangun kembali kehidupannya setelah kehilangan banyak barang berharga.
Hingga saat ini, Hayati masih mencoba bangkit dari trauma kejadian tersebut. Ia berharap ada bantuan dari pihak terkait agar bisa segera pulih dan melanjutkan kehidupan normal.













