Peneliti Akui Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo Tetap Lanjutkan Perkara
Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi, kembali menjadi sorotan setelah peneliti Rismon Sianipar mengakui bahwa ijazah tersebut asli. Hal ini menimbulkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, yang tetap mempertahankan langkahnya dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Roy Suryo menyatakan bahwa ia akan terus melanjutkan perjuangannya dalam kasus ini. Ia juga menegaskan bahwa pernyataan Rismon Sianipar tidak boleh dikaitkan dengan dirinya maupun pihak lain yang sebelumnya ikut mempertanyakan keaslian ijazah tersebut.
“Insya Allah kami tetap amanah untuk meneruskan semua yang sudah dilakukan selama ini secara ilmiah, bertanggung jawab dan tidak bergeser 0,1 persen pun dari simpulan yang selama ini sudah disampaikan,” ujar Roy, seperti dikutip dari sumber berita.
Pernyataan Rismon Bersifat Pribadi
Roy menegaskan bahwa pengakuan Rismon mengenai keaslian ijazah Jokowi merupakan sikap pribadi dan tidak mewakili pihak lain, termasuk dirinya maupun dr Tifa. Menurut Roy, pernyataan Rismon dalam video berdurasi sekitar 11 menit tersebut tidak perlu dikaitkan dengan para penulis buku Jokowi’s White Paper (JWP).
“Statement RHS (Rismon Hasiholan Sianipar) selama 11 menit 3 detik yang menyatakan bahwa dirinya ada kekeliruan dan bisa berbeda dalam penelitiannya adalah statement pribadi Saudara RHS sendiri dan tidak perlu disangkut pautkan dengan kami,” ujarnya.
Roy juga menegaskan bahwa permintaan maaf yang disampaikan Rismon kepada Jokowi merupakan tanggung jawab pribadi. “Jika kemudian ada statement selanjutnya yang menyatakan minta maaf kepada Jokowi, maka itu juga merupakan statement pribadi dan bukan tanggung jawab kami,” katanya.
Meski demikian, Roy mengaku tetap menghormati keputusan Rismon meski kini memiliki pandangan berbeda.
Klaim Masih Punya “Kartu As”
Dalam kesempatan yang sama, Roy Suryo mengklaim masih memiliki “kartu as” terkait polemik ijazah Jokowi. Ia mengibaratkannya seperti permainan kartu, di mana kartu As menjadi kartu yang paling menentukan kemenangan.
“Kalau dalam main kartu itu kadang-kadang Jack kalah dengan Queen, kalah dengan King, tapi yang paling menang As. Nah itu, kartu As-nya masih disembunyikan,” kata Roy.
“Ada dong (kartu As). Tapi tunggu saja semua tanggal mainnya,” lanjutnya.
Roy juga memastikan dirinya bersama dr Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa tetap melanjutkan langkah mereka terkait kasus tersebut. “Saya kemarin juga ngobrol dengan dr Tifa langsung melalui video call. Kami mengatakan tidak mundur 0,1 persen pun,” ujarnya.
Soal Restorative Justice
Terkait kemungkinan pengajuan restorative justice, Roy menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada tim kuasa hukumnya. “Saya ikuti apa saran terbaik dari kuasa hukum kami,” kata Roy saat ditemui di Polda Metro Jaya.
Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli
Sebelumnya, Rismon Sianipar menyampaikan pengakuan bahwa ijazah Jokowi asli dalam tayangan di kanal YouTube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026). Ia menjelaskan bahwa penelitian ulang yang dilakukannya secara independen selama dua bulan terakhir menemukan adanya kekeliruan dalam kesimpulan sebelumnya.
“Sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran ilmiah, seorang peneliti harus bersandar pada objektivitas temuan dalam kerja ilmiahnya,” kata Rismon.
Ia mengakui bahwa analisis sebelumnya tidak sepenuhnya memperhitungkan sejumlah variabel penting. Dalam penelitian terbaru tersebut, Rismon mengkaji ulang beberapa variabel seperti translasi, rotasi, kecepatan, dan pencahayaan dalam analisis dokumen digital.
Hasilnya menunjukkan bahwa unsur watermark dan emboss memang terdapat pada dokumen ijazah tersebut. Menurut Rismon, uji overlay, overlapping, dan analisis gradien yang ia lakukan justru menunjukkan bahwa dugaan ketidakaslian dokumen tidak terbukti secara digital forensik.
Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dan keluarganya atas temuan sebelumnya yang menimbulkan polemik. “Temuan saya sebelumnya yang telah melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri, saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman kepada keluarga Bapak Jokowi,” ujarnya.












