Permintaan Maaf Inara Rusli dan Persepsi Pihak Terkait
Inara Rusli akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa menjelang lebaran. Langkah ini dianggap sebagai bentuk keinginan pribadi dari Inara, tanpa ada tekanan dari pihak lain. Dalam pernyataannya, pihak Insanul Fahmi menilai bahwa permintaan maaf tersebut muncul secara alami dan ingin meredakan gejolak publik serta menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Menurut kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy Tri Yunanto, permintaan maaf Inara Rusli merupakan langkah manusiawi yang sebaiknya ditanggapi dengan baik. Ia menekankan bahwa Inara menanggapi situasi secara positif karena ingin agar masalah cepat selesai. “Dia tahu, dia menanggapinya positif. Karena penginnya masalah selesai ya,” ujarnya.
Pihak Insanul Fahmi juga berharap bahwa masalah rumah tangga tidak sampai mencuat ke ranah publik. Mereka menganggap bahwa konflik keluarga sebaiknya diselesaikan di dalam lingkungan keluarga sendiri. “Masalah mau dipanjangin sampai mana sih, masalah keluarga silakan diselesaikan di ranah keluarga,” jelas Tommy.
Menurut Tommy, permintaan maaf Inara Rusli muncul dari keinginan pribadi tanpa adanya desakan dari pihak lain. Ia memperkirakan bahwa kondisi Inara saat ini sudah cukup kondusif, sehingga keduanya memilih untuk saling memaafkan. “Kalau saya lihat ini murni dari keinginan Inara pribadi ya,” jelasnya. “Mungkin sudah kondusif keadaan Inara, akhirnya sama-sama meminta maaflah.”
Permintaan Maaf Inara Rusli kepada Keluarga dan Pihak Lain
Sebelumnya, Inara Rusli juga menyampaikan permintaan maafnya kepada sejumlah pihak, termasuk sang ibunda, guru spiritual, mantan suami Virgoun, dan keluarga besar yang terlibat dalam perseteruan. Lewat unggahan di Instagram, ia secara khusus menyampaikan permintaan maaf pertamanya kepada sang ibunda.
“Ini adalah kata-kata dari lubuk hati yang paling dalam. Aku ingin mengucapkan permohonan maaf, lebih khusus terhadap Mami yang sudah melahirkan aku ke dunia ini,” katanya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas doa dan kesabaran ibunya selama menghadapi masalah yang menjadi sorotan publik.
Selain itu, Inara juga meminta maaf kepada semua guru spiritualnya yang telah memberikan banyak ilmu baginya sejak memutuskan hijrah. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada mantan suami, Virgoun, dan keluarga yang selama ini berseteru karena masalah hak asuh anak usai mereka bercerai.
“Semoga di hari kemenangan ini, dengan saling memaafkan membuat hati kita menjadi lebih lapang dan kembali fitri. Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita,” ujar Inara Rusli.
Harapan Inara Rusli pada Restorative Justice
Inara Rusli berharap kasus hukum perselingkuhan dan perzinaan yang menimpanya bisa berakhir dengan damai atau Restorative Justice (RJ). Sebelumnya, kasus ini dilaporkan oleh Wardatina Mawa terhadap suaminya, Insanul Fahmi, dan Inara Rusli. Sejak laporan polisi dibuat pada November 2025, Inara terus berupaya untuk bisa damai dengan pihak Mawa.
Lewat kuasa hukumnya, Daru Quthny berharap Insanul Fahmi dan Mawa dapat berdamai. Menurutnya, perdamaian antara pasangan tersebut menjadi kunci untuk menyelesaikan kasus perzinaan yang sedang berlangsung. Jika Insanul dan Mawa bisa berdamai, kemungkinan besar kasus perzinaan Inara akan berakhir dengan restorative justice.
Namun, kini nasib Inara masih terkatung-katung. Mawa terus menunjukkan sikap keras dengan menggugat cerai suaminya yang sudah menikahinya selama tujuh tahun. Selain itu, ia juga tetap menegaskan tidak akan mundur terkait laporannya kepada Insanul dan Inara.
“Inara sudah legawa dan pasrah apa pun yang terjadi. Kami pun sebagai kuasa hukum tetap mengedepankan perdamaian,” ujar Daru. “Upaya perdamaian dari kita juga sudah diterima pihak M (Mawa).”
Apabila restorative justice bisa tercapai, kasus pun bisa langsung dicabut oleh Mawa selaku pelapor. “Ujung-ujungnya RJ itu kan cabut perkara, yang bisa cabut perkara cuma dua orang itu (Insanul dan Mawa),” tutup Daru.












