Penjelasan dan Perkembangan Berita Terkini
Sekda Sidoarjo, Fenny Apridawati, telah menyampaikan permintaan maaf setelah acara bukber pejabat Kabupaten Sidoarjo dengan tema Bollywood viral di media sosial. Acara tersebut diadakan di Mahabarata Palace Graha Unesa, Kota Surabaya, pada Jumat (6/3/2026). Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @fennyaprdwt, ia menjelaskan bahwa acara ini sebenarnya merupakan agenda rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Ia juga memastikan bahwa seluruh biaya dalam acara tersebut tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan menggunakan produk UKM Sidoarjo.
Acara bukber mewah dengan tema Bollywood ini menimbulkan kritik dari warga yang merasa bahwa kondisi infrastruktur di Sidoarjo lebih mendesak untuk diperbaiki daripada menggelar acara dengan konsep khusus seperti itu.
Jejak Karir Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati
Fenny Apridawati adalah seorang pejabat dengan pangkat Pembina Utama Madya yang memiliki rekam jejak akademik dan karier yang sangat impresif. Ia lulus dengan gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM.), Magister Kesehatan (M.Kes.), dan Doktor (Dr.) Ilmu Kedokteran dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, angkatan 2008. Sebelum menjadi Sekda Sidoarjo, Fenny pernah menjabat sebagai:
- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, periode 2022-2024
- Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, yang menangani dinamika industri dan ketenagakerjaan, periode 2019-2022
- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo
Fenny juga berhasil meraih penghargaan Juara I Sekda Terbaik dalam ajang ASKOMPSI Digital Leadership Government Award 2025, atas kontribusi nyatanya dalam mempercepat transformasi digital pemerintahan.
Mengenal Candi Ngetos di Nganjuk
Candi Ngetos merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Majapahit yang berada di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-15 saat Majapahit masih berkuasa. Lokasinya berada di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, sekitar 17 kilometer di selatan Kota Nganjuk. Candi Ngetos diyakini berkaitan dengan pemakaman atau pendharmaan Raja Hayam Wuruk, raja keempat Majapahit yang memerintah sejak tahun 1350 hingga 1389 Masehi.
Secara arsitektur, Candi Ngetos memiliki ciri khas bangunan era Majapahit karena dibuat dari bata merah. Material tersebut membuat bangunan lebih rentan mengalami kerusakan dibandingkan candi yang menggunakan batu andesit. Saat ini, hanya bagian induk yang tersisa, sedangkan relief dan ornamen telah rusak. 
Relief dan ornamen Candi Ngetos dulunya memiliki empat relief utama, namun kini hanya satu yang masih tersisa. Di sisi kanan dan kiri bangunan terdapat relung kecil yang dihiasi ornamen spiral menyerupai makara. Selain itu, bagian tubuh candi memiliki beberapa relung kosong dengan tinggi sekitar dua meter, yang dahulu kemungkinan digunakan untuk menempatkan arca.
Cerita Legenda dan Fungsi Spiritual Candi Ngetos
Candi Ngetos juga memiliki kisah legenda yang berkembang di masyarakat. Konon, pembangunan candi ini merupakan prakarsa Raja Hayam Wuruk yang ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat penyimpanan abu jenazahnya setelah wafat. Lokasi Ngetos dipilih karena berada di kaki Gunung Wilis yang dianggap menyerupai Gunung Mahameru dalam kosmologi Hindu. Meskipun mayoritas masyarakat di sekitar Candi Ngetos kini beragama Islam, situs bersejarah ini masih digunakan sebagai tempat peribadatan umat Hindu.
Penemuan Jenazah di Lamongan
Seorang pria bernama Dedik Irawan (30) ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Kelurahan Banjarmendalan, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (13/3/2026) sore. Polisi dari Polsek Lamongan Kota bersama Unit Identifikasi Satreskrim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan dari warga. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar kos sekitar pukul 15.45 WIB. 
Kronologi penemuan dimulai dari bau menyengat yang mencium oleh teman kerja korban, Junaid Catur (46), yang datang ke lokasi kos untuk mengecek kondisi korban. Setelah pintu kamar terbuka, korban ditemukan terbaring di atas kasur dalam kondisi sudah meninggal dunia. Petugas kemudian membawanya ke RSUD Dr Soegiri Lamongan guna dilakukan pemeriksaan visum. Penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan.













