Peningkatan Arus Mudik di Jalan Tol Ngawi-Kertosono
Jumlah kendaraan yang melintasi ruas jalan tol Ngawi-Kertosono mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa. Data dari PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) menunjukkan bahwa rata-rata jumlah kendaraan mudik yang melewati tiga Gerbang Tol (GT) di Madiun, Caruban, dan Nganjuk mencapai 8.500 hingga belasan ribu unit per harinya.
Direktur Utama PT JNK, Arie Irianto, menyebutkan bahwa lonjakan arus mudik mulai terlihat sejak H-10 Lebaran 2026 dan terus meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah kendaraan arus mudik mulai meningkat sejak H-10, tanggal 11 Maret lalu dengan jumlah sekitar 8.500 kendaraan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kondisi normal rata-rata 6.000 kendaraan per hari.
Pada H-5 Lebaran (16/3), jumlah kendaraan meningkat menjadi sekitar 11.000 unit, dan pada H-4 Lebaran (17/3) mencapai sekitar 15.600 kendaraan. Secara kumulatif, volume kendaraan sejak H-10 hingga H-4 telah mencapai 76.000 kendaraan atau naik sekitar 22 persen dari hari biasa.
Arie memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada hari ini, H-3 (18/3) dan H-2 (19/3). Data untuk kedua hari tersebut masih dalam proses pengumpulan.
PT JNK mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik. Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah memastikan saldo uang elektronik cukup agar tidak mengalami antrean di gerbang tol. Dengan demikian, perjalanan dapat berjalan lancar tanpa gangguan.
PT JNK memiliki dua rest area yang bisa dimanfaatkan oleh pemudik, yaitu di KM 597 di Kabupaten Magetan dan KM 626 di Kabupaten Madiun. Rest area ini dilengkapi dengan gerai JNK dan minimarket yang dapat digunakan untuk melakukan isi ulang atau membeli kebutuhan selama perjalanan.
Selain itu, pengguna jalan juga disarankan memanfaatkan aplikasi E-Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Aplikasi ini memberikan informasi mengenai kepadatan kendaraan dan lokasi rest area di sepanjang ruas jalan tol.
Pihak PT JNK juga terus mengimbau pengemudi yang melintas di ruas jalan tol Ngawi-Kertosono untuk selalu mengutamakan keselamatan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan.
Pengemudi diminta untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Selain itu, perlu diperhatikan kecukupan daya listrik maupun bahan bakar minyak. Pengemudi juga diminta untuk mengantisipasi potensi perubahan cuaca, khususnya hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang dan kondisi permukaan jalan.
Dengan persiapan yang matang dan kesadaran akan keselamatan, diharapkan arus mudik di jalan tol Ngawi-Kertosono dapat berjalan lancar dan aman bagi semua pemudik.













