Kecelakaan Truk Muatan Besi Sebabkan Macet Total di Jalintim
Kemacetan yang parah terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir, Minggu (15/3/2026), setelah sebuah truk pengangkut besi mengalami kecelakaan tunggal dan terguling. Kejadian ini menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah terhenti total selama beberapa jam.
Truk tersebut membawa muatan berupa besi berukuran besar yang berserakan di badan jalan. Tumpahan material ini menimpa beberapa kendaraan lain, sehingga memperparah kondisi kemacetan. Pengendara yang terjebak dalam antrean panjang harus menunggu hingga lima jam sebelum bisa melanjutkan perjalanan.
Banyak warga yang ingin menuju pasar atau melakukan perjalanan antarprovinsi terpaksa memutar balik ke kota Bayung. Di media sosial, para pengguna jalan mengeluhkan rasa lelah akibat kemacetan yang terjadi. Salah satu pengguna menulis, “Macet sampai sekarang… Ini saya di sini dari jam 1 sampai 5.30.” Sementara itu, banyak warga lainnya juga mengeluhkan kesulitan dalam melintasi jalur tersebut.
Antrean Kendaraan yang Membuat Pengendara Terjebak
Kemacetan yang terjadi di Jalintim menciptakan situasi yang sangat sulit bagi pengendara. Banyak kendaraan terpaksa berhenti total, bahkan sebagian besar pengendara tidak bisa melanjutkan perjalanan. Akibatnya, ribuan kendaraan terjebak dalam antrean yang memanjang.
Warga sekitar dan para pengendara yang berhasil melewati lokasi kejadian terlihat bergotong-royong untuk membersihkan area dan memindahkan sebagian besi agar bisa membuat celah jalan yang aman. Proses pembersihan ini membutuhkan waktu cukup lama karena besi yang berserakan cukup banyak dan berat.
Proses Evakuasi dan Penguraian Arus Lalu Lintas
Merespons keadaan darurat ini, personel Polsek Bayung Lencir segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas bekerja keras untuk mengevakuasi truk yang terguling serta memindahkan material besi yang melintang di jalan. Setelah beberapa jam kerja keras, bangkai truk dan tumpahan besi berhasil dipindahkan dari badan jalan.
Dilansir dari akun Instagram @polisi_muba, petugas lapangan melaporkan bahwa jalur kini mulai bisa diakses meski masih terjadi perlambatan. “Lakalantas di Desa Kaliberau berhasil dievakuasi, sekarang tinggal mengurai kemacetan dari arah Palembang dan Jambi,” ujar petugas yang sedang melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi.
Meskipun kendaraan sudah mulai bergerak, pihak kepolisian tetap mengimbau pengendara untuk tetap waspada dan bersabar saat melintasi Desa Kaliberau. Hal ini dilakukan karena masih ada sisa-sisa material dan kepadatan volume kendaraan yang dalam proses normalisasi.
Peristiwa yang Mengganggu Arus Lalu Lintas
Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga keselamatan berkendara, terutama di jalur utama yang sering dilalui oleh banyak kendaraan. Kecelakaan tunggal seperti ini dapat menyebabkan dampak yang luas, baik secara ekonomi maupun sosial. Dengan adanya kejadian ini, masyarakat diharapkan lebih meningkatkan kesadaran akan keselamatan lalu lintas dan menjaga kewaspadaan saat berkendara.











