JAKARTA – Sidang isbat penetapan 1 Hijriah 1447 atau lebaran 2026 akan dilakukan malam ini. Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H. Sidang akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.
Pelaksanaan sidang kembali dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi setelah sebelumnya beberapa ruangan di area tersebut menjalani renovasi. Pemilihan tempat mempertimbangkan aspek teknis, antara lain ketersediaan ruang representatif bagi tamu undangan serta suasana perkantoran dan lalu lintas yang relatif lengang karena sebagian besar pegawai dan masyarakat telah memasuki masa mudik. Hal ini dinilai memudahkan pengaturan akses lalu lintas dan area.
Berikut adalah rangkaian kegiatan dalam sidang isbat:
Jadwal Lengkap Sidang Isbat
16.00 WIB
Pembukaan dan sambutan Dirjen Bimas Islam16.15 WIB
Pemaparan posisi hilal oleh tim BMKG-BRIN16.45 WIB
Verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah17.30 WIB
Diskusi bersama perwakilan MUI, NU, dan Muhammadiyah18.30 WIB
Keputusan akhir penetapan 1 Syawal19.05 WIB
Pengumuman resmi melalui konferensi pers
Sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal, dilanjutkan verifikasi laporan rukyatulhilal dari berbagai daerah, kemudian pelaksanaan sidang isbat dan pengumuman resmi penetapan 1 Syawal 1447 H oleh Menteri Agama.
Proses Pelaksanaan Sidang Isbat
Proses penentuan awal bulan Syawal dilakukan melalui metode rukyatulhilal dan pemantauan posisi hilal secara ilmiah. Tim BMKG-BRIN akan memberikan data terkini mengenai posisi hilal yang menjadi dasar penentuan awal bulan. Selain itu, laporan rukyatulhilal dari berbagai wilayah juga akan diverifikasi untuk memastikan akurasi dan keabsahan data.
Diskusi dengan perwakilan organisasi keagamaan seperti MUI, NU, dan Muhammadiyah juga menjadi bagian penting dalam proses sidang isbat. Hal ini bertujuan untuk memperoleh perspektif dan masukan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil dapat diterima secara luas oleh masyarakat.
Setelah semua data dan informasi dikumpulkan, keputusan akhir akan diambil dan diumumkan melalui konferensi pers. Pengumuman ini akan menjadi acuan bagi umat Muslim di seluruh Indonesia dalam menentukan tanggal 1 Syawal 1447 H.
Persiapan dan Penyelenggaraan
Pemilihan lokasi sidang isbat di Auditorium H.M. Rasjidi tidak hanya didasarkan pada aspek teknis, tetapi juga untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran jalannya acara. Ruang yang tersedia cukup luas dan memiliki fasilitas pendukung yang memadai. Selain itu, suasana perkantoran yang relatif sepi membantu dalam pengaturan akses dan pengelolaan lalu lintas.
Seluruh rangkaian kegiatan sidang isbat dirancang agar berjalan efisien dan transparan. Setiap tahap proses dilakukan dengan sistematis dan terstruktur sehingga hasil yang diperoleh dapat diandalkan oleh masyarakat.
Pentingnya Sidang Isbat
Sidang isbat memiliki peran penting dalam menentukan awal dan akhir bulan puasa serta hari raya idul fitri. Dengan adanya proses ini, masyarakat dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat tentang tanggal-tanggal penting dalam kalender hijriah. Hal ini juga membantu dalam merencanakan kegiatan keagamaan dan sosial yang berkaitan dengan bulan ramadan dan syawal.
Dengan demikian, sidang isbat bukan hanya sekadar ritual formal, tetapi juga merupakan upaya untuk memastikan kesatuan dan keharmonisan dalam menjalankan ibadah umat Islam di Indonesia.













