Lonjakan Pengunjung Pasar Induk Sangatta Jelang Lebaran
Pasar Induk Sangatta, yang terletak di Kabupaten Kutai Timur, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Peningkatan ini mulai terlihat sejak lima hari terakhir, dengan semakin dekatnya momen kemenangan tersebut.
Koordinator Lapangan (Korlap) Pasar Induk Sangatta, Samiran, menyampaikan bahwa keramaian warga yang datang untuk memenuhi kebutuhan Lebaran meningkat drastis pada H-2 dan H-1. Suasana pasar tampak jauh lebih padat dibandingkan hari-hari biasanya. Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai angka yang cukup tinggi. Persentase lonjakan ini bahkan menyentuh angka lebih dari separuh kapasitas kunjungan reguler pada hari normal.
“Untuk kenaikannya sendiri itu bisa sampai mungkin dengan hari biasa itu sampai 60-an persen itu ya, di atasnya itu,” ujar Samiran, Kamis (19/3/2026).
Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan dan massa, pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar telah menyusun strategi khusus sejak beberapa minggu sebelumnya. Tim gabungan dibentuk untuk memastikan alur masuk dan keluar area pasar tetap terkendali. Fokus utama petugas adalah mengatur lalu lintas di dalam area pasar maupun di jalan poros utama yang menjadi akses masuk. Hal ini dilakukan agar para pengunjung merasa nyaman dan tidak terjebak kemacetan panjang saat hendak berbelanja.
“Kita bentuk tim untuk mengatur lalu lintas yang ada di areal pasar ini. Begitu juga lalu lintas yang di jalan itu, di jalan porosnya kan kita semua yang atur supaya untuk kelancaran untuk si pengunjung itu sendiri,” tuturnya.
Meski saat ini sedang memasuki masa libur Aparatur Sipil Negara (ASN), seluruh personel UPT Pasar tetap disiagakan di lapangan. Kebijakan ini diambil berdasarkan instruksi pimpinan untuk tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat di tengah momentum hari besar. Sebanyak puluhan personel dikerahkan setiap harinya, terdiri dari petugas laki-laki dan perempuan yang memiliki tugas spesifik.
Selain mengatur parkir, petugas juga bertanggung jawab menjaga kebersihan halaman pasar agar tetap representatif bagi pengunjung. “Untuk personel yang dibutuhkan itu kurang lebih sekitar yang laki-laki 29 orang. Belum termasuk kayak kolaborasi yang lain itu kurang lebih sekitar 33, belum tambah yang perempuan juga,” imbuhnya.
Ketersediaan kantong parkir juga diperluas dengan memanfaatkan area depan, samping, hingga lahan di belakang bangunan pasar ikan. Pengaturan parkir dilakukan secara kondisional, termasuk penerapan sistem satu jalur di beberapa titik untuk meminimalisir hambatan di jalan umum. Pihak pengelola juga memastikan operasional pasar lebih fleksibel mengikuti situasi di lapangan, bahkan hingga malam hari jika diperlukan.
Fasilitas penunjang seperti air bersih dan penerangan tetap disiagakan selama 24 jam penuh demi keamanan dan kenyamanan bersama. “Kita pesan untuk selalu berhati-hati dan waspada dengan barang-barang bawaannya. Dan untuk itu kita juga menghimbau kepada masyarakat untuk taat kepada aturan yang ada dijalankan di areal sini,” pungkasnya.













