PEKANBARU – Arus mudik Lebaran 2026 di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru terlihat semakin ramai. Pada H-7 Idul Fitri 1447 H, Sabtu (14/3/2026), total pergerakan penumpang mencapai 12.615 orang, mengalami kenaikan sebesar 26% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak posko terpadu Lebaran resmi dibuka dua hari lalu.
General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru Achmad menyebut lonjakan ini sebagai bukti nyata tingginya antusiasme masyarakat Riau dalam menggunakan jalur udara untuk mudik tahun ini. “Kenaikan penumpang hingga 26% dibanding tahun lalu menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan penerbangan. Kami memastikan seluruh fasilitas dan layanan beroperasi optimal untuk memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman,” ujarnya Minggu (15/3/2026).
Dari total 12.615 penumpang, jalur domestik mendominasi dengan 5.560 penumpang tiba dan 5.614 penumpang berangkat. Sementara untuk penerbangan internasional, tercatat 715 penumpang tiba dan 726 penumpang berangkat. Pergerakan pesawat pada hari itu mencapai 76 penerbangan, naik 12% dibanding H-7 Lebaran 2025, terdiri dari 37 penerbangan domestik dan 12 penerbangan internasional.
Tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) tercatat 80,2% dengan 61 penerbangan tepat waktu dan 15 penerbangan mengalami keterlambatan. Load factor atau tingkat keterisian pesawat berada di angka 93,7%, angka yang sangat tinggi dan mencerminkan padatnya permintaan kursi penerbangan menjelang puncak arus mudik.
Dari sisi kargo, total muatan yang diangkut mencapai 82,2 ton, seluruhnya dari jalur domestik dengan rincian 52,8 ton kargo tiba dan 27,1 ton kargo berangkat.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk tiba lebih awal di bandara dan memastikan dokumen perjalanan lengkap, mengingat kepadatan diperkirakan akan terus meningkat hingga puncak arus mudik dalam beberapa hari ke depan,” pungkasnya.
Kenaikan Penumpang yang Signifikan
Peningkatan jumlah penumpang yang terjadi pada H-7 Lebaran 2026 menunjukkan adanya pergeseran pola transportasi masyarakat. Banyak warga Riau lebih memilih menggunakan transportasi udara karena dinilai lebih cepat dan efisien dibandingkan jalur darat. Hal ini juga didukung oleh ketersediaan penerbangan yang cukup banyak serta layanan yang terus ditingkatkan oleh pihak bandara.
Beberapa faktor yang turut memengaruhi kenaikan penumpang antara lain:
- Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberangkatan lebih awal agar tidak terjebak kemacetan.
- Adanya promo tiket murah dari maskapai penerbangan yang menarik minat masyarakat.
- Pengembangan infrastruktur bandara yang membuat proses check-in dan boarding menjadi lebih lancar.
Tren Penerbangan Domestik dan Internasional
Dari data yang dirilis, jalur penerbangan domestik masih menjadi yang terbanyak. Ini menunjukkan bahwa mayoritas penumpang masih memilih tujuan di dalam negeri, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Sementara itu, penerbangan internasional tetap memiliki peran penting, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding penerbangan domestik.
Perlu dicatat bahwa jumlah penerbangan internasional yang tercatat pada H-7 Lebaran 2026 adalah 12 penerbangan, dengan 715 penumpang tiba dan 726 penumpang berangkat. Meski jumlahnya tidak sebanyak penerbangan domestik, tren ini menunjukkan bahwa permintaan untuk perjalanan lintas negara tetap ada, terutama bagi mereka yang ingin mudik ke luar negeri.
Kinerja Operasional Bandara
Bandara Internasional SSK II Pekanbaru terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar dapat memenuhi permintaan penumpang yang meningkat. Dalam hal operasional, tingkat OTP sebesar 80,2% menunjukkan bahwa sebagian besar penerbangan berjalan sesuai jadwal. Namun, ada 15 penerbangan yang mengalami keterlambatan, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti cuaca atau antrian di area keberangkatan.
Load factor yang mencapai 93,7% juga menjadi indikator bahwa kapasitas pesawat sudah hampir penuh. Hal ini memperkuat gagasan bahwa permintaan untuk perjalanan udara sangat tinggi menjelang puncak arus mudik.
Persiapan Menuju Puncak Arus Mudik
Menjelang puncak arus mudik, pihak bandara telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya adalah memastikan semua fasilitas seperti check-in, imigrasi, dan keamanan berjalan dengan baik. Selain itu, pihak bandara juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti maskapai penerbangan dan petugas keamanan untuk memastikan kelancaran operasional.
Pihak bandara juga mengajak para penumpang untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terkini terkait jadwal penerbangan dan kondisi cuaca. Dengan persiapan yang matang, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan lancar dan aman.












