Antrean Kendaraan Masih Terjadi di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok
Memasuki H-6 menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, antrean kendaraan masih terjadi di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Minggu (15/3/2026) pagi. Antrean kendaraan, khususnya truk logistik, terlihat mengular hingga lebih dari satu kilometer. Barisan truk tampak memenuhi buffer zone atau kantung parkir pelabuhan hingga keluar ke badan jalan raya di kawasan Mentok.
Salah seorang sopir truk, Husni, mengatakan dirinya sudah tiga hari berada di pelabuhan untuk menunggu giliran menyeberang. “Di sini, sama hari ini sudah tiga hari. Keluhannya banyak, pertama soal antrean, tidak sesuai dengan jadwal. Aturan kita jam tiga hari ini. Tetapi entah masuk atau tidak,” keluh Husni kepada sumber berita lokal, Minggu (15/3/2026).
Ia mengaku sebenarnya sudah memiliki tiket keberangkatan untuk hari ini. Namun tiket yang dimilikinya adalah tiket bus, bukan tiket untuk kendaraan truk. Menurutnya, tiket untuk truk pada tanggal 15 Maret 2026 sudah habis dan tidak tersedia lagi.
“Hari ini mau nurut jadwal antrean, benar atau tidak. Antrean itu, saya sudah punya tiket hari ini berangkatnya, tiketnya bukan tiket truk. Tiket bus, tiket truk tanggal 15 sudah habis, kosong,” terangnya.
Ia pun meminta bantuan kepada petugas di Pelabuhan agar jadwal antrean dapat diterapkan secara pasti dan tepat waktu. Sejumlah sopir truk, menurutnya sudah banyak mengeluhkan, terkait lamanya antrean di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok.
“Minta tolong sama aparat setempat, jadwal antrean harus pas dan tepat,” ujarnya.
Senada disampaikan Yanto, sopir truk Fuso, yang terparkir di buffer zone. Ia meminta adanya kebijakan, agar kapal feri juga mengangkut truk bersama dengan mobil pribadi yang saat ini sedang ramai melakukan mudik. Sehingga truk tak terlalu lama menumpuk di buffer zone Pelabuhan Tanjungkalian Mentok.
“Kalau bisa diselingi, maksudnya jangan pilih kasih, mobil besar dan kecil. Jadi selain mobil pribadi, truk juga bisa masuk ke kapal,” kata Yanto.
Yanto mengakui, dirinya sudah lelah, dua hari, dua malam, tidur di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok. “Sudah dua hari dua malam, kalau kami terus di sini duit makan dari mana, tidak ditambah dari bos,” kata Yanto yang membawa muatan palet karet itu.












