CIREBON — Arus lalu lintas kendaraan menuju wilayah timur Jawa Barat melalui ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mulai meningkat pada hari Minggu (15/3/2026) pagi, atau H-5 Hari Raya Idulfitri. Data yang diperoleh dari pengelola jalan tol menunjukkan bahwa volume kendaraan yang bergerak dari arah barat menuju Cirebon mengalami peningkatan dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Berdasarkan catatan operator jalan tol hingga pukul 09:00 WIB, sekitar 24.000 kendaraan tercatat melintasi jalur dari Cikopo menuju Cirebon sejak pukul 00:00 WIB. Angka tersebut meningkat sekitar 16,8% dibandingkan periode waktu yang sama pada Sabtu (14/3/2026). Sementara itu, arus kendaraan dari arah sebaliknya, yaitu menuju Jakarta, tercatat lebih rendah. Hingga pukul 09:00 WIB, sekitar 7.000 kendaraan melintasi jalur dari Cirebon menuju Cikopo.
Secara keseluruhan, volume lalu lintas di ruas Tol Cipali mengalami peningkatan sekitar 8,1% dibandingkan kondisi pada jam yang sama sehari sebelumnya. Kenaikan ini menjadi salah satu indikator bahwa mobilitas kendaraan mulai meningkat menjelang periode mudik Lebaran.
Ardam Rafif Trisilo, Head of Sustainability Management & Corporate Communications Department Astra Tol Cipali, menyatakan bahwa peningkatan arus kendaraan tersebut masih dalam kondisi terkendali. Menurut dia, pengelola jalan tol terus memantau perkembangan lalu lintas serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan perjalanan pengguna jalan tetap lancar dan aman.
“Volume kendaraan menuju Cirebon mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya, namun secara umum kondisi lalu lintas masih terpantau relatif lancar,” ujar Ardam dalam pesan singkat, Minggu (15/4/2026).
Untuk mendukung kelancaran mobilitas kendaraan selama masa mudik, operator jalan tol juga menerapkan potongan tarif tol sebesar 30%. Kebijakan ini berlaku bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan jarak jauh di jalur Trans Jawa. Diskon tarif diberlakukan mulai Minggu, 15 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga Senin, 16 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Potongan tarif ini diberikan bagi kendaraan yang melakukan perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju Gerbang Tol Kalikangkung di Semarang.
Ardam menjelaskan, kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal sehingga distribusi arus kendaraan selama masa mudik menjadi lebih merata.
Selain itu, pengguna jalan tol juga diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik dan memastikan kondisi tubuh tetap prima selama berkendara. “Kami mengingatkan pengemudi untuk beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk. Waktu istirahat di rest area disarankan tidak lebih dari 30 menit agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara bergantian oleh pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Di sisi lain, pengendara juga dapat memanfaatkan fasilitas di luar jalan tol apabila rest area di dalam ruas tol mengalami kepadatan. Pengguna jalan dapat keluar melalui gerbang tol terdekat dan kembali masuk tanpa dikenakan biaya tambahan. Hal tersebut dimungkinkan karena sistem transaksi pada jaringan jalan tol Trans Jawa menggunakan sistem tertutup, di mana tarif dihitung berdasarkan jarak perjalanan dari gerbang masuk hingga gerbang keluar.












