Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur Memeriahkan Bulan Ramadan di Banjarbaru
Pada malam hari Sabtu (14/3/2026), kawasan Lapangan Murdjani yang berada di depan Balai Kota Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) tiba-tiba ramai. Tidak hanya karena cuaca yang sejuk, tetapi juga karena kehadiran para peserta dan penonton yang antusias mengikuti acara Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur.
Festival ini digelar dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadan, khususnya pada waktu-waktu 10 hari terakhir bulan suci tersebut. Acara ini menampilkan berbagai hiasan unik dan kreatif yang disajikan oleh masyarakat setempat.
Tanglong adalah tradisi pawai masyarakat Banjar, Kalsel, yang biasanya digelar untuk merayakan bulan Ramadan. Di Banjarbaru, festival ini diadakan oleh Komite Ekonomi Kreatif (KEK) dan didukung Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru dengan tema “Pesona Elok Ramadan”.
Festival yang terbuka untuk umum ini juga dilombakan, dengan hadiah khusus bagi pemenang. Peserta Tanglong berasal dari berbagai kelurahan di Banjarbaru, yang menghias mobil mereka dengan berbagai hiasan yang menarik. Mulai dari miniatur masjid, ka’bah, kapal, hingga miniatur tugu bundaran simpang empat yang diberi hiasan lampu berwarna-warni.
Selain itu, para peserta juga memakai busana muslim atau kostum yang nyelenih, yang berhasil menghibur penonton. Setiap kendaraan yang telah dihias sedemikian rupa dinilai oleh juri untuk menentukan pemenang.
Di samping Tanglong, lomba Bagarakan Sahur juga digelar. Acara ini diikuti sejumlah tim peserta dari berbagai wilayah di Banjarbaru. Mereka menunjukkan kreativitas dalam membangunkan sahur di atas panggung.
Wali Kota Banjarbaru yang diwakili oleh Staf Ahli, Marhain Rahman, menyampaikan bahwa festival ini merupakan upaya untuk melestarikan tradisi Ramadan sekaligus memperkuat identitas Ramadan yang kreatif dan berakar dari kearifan lokal.
“Kegiatan ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ketua Pelaksana Festival Tanglong dan Bagarakan Sahur, Narwanto, menyebutkan bahwa tahun ini, Tanglong diikuti oleh 31 peserta, sementara lomba Bagarakan Sahur diikuti oleh 19 kelompok peserta.
“Kegiatan ini sebagai upaya untuk mengisi sudut kota dengan kreativitas serta menghidupkan kembali tradisi Ramadan yang telah menjadi budaya masyarakat Banjarbaru,” katanya.
Narwanto menambahkan bahwa konsep Festival Tanglong tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya. Ia menyebut bahwa kali ini tidak ada konvoi, semua kegiatan terpusat di Lapangan Murdjani. Namun, hal ini tidak mengurangi antusias pengunjung.













