Penemuan Jenazah Sopiah di Jurang Liku 9
Polisi telah mengamankan dua rekaman CCTV dari lokasi kejadian terkait kasus kematian Sopiah. Sopiah ditemukan tewas di jurang Liku 9 pada Selasa (10/3/2026). Delapan saksi dari Musi Rawas dan Lubuk Linggau telah diperiksa. Hasil autopsi dan visum korban belum dikeluarkan oleh dokter. Polisi juga melakukan tes DNA terhadap korban, anaknya, dan dua saksi.
Penemuan Jenazah dan Proses Investigasi
Sopiah, seorang gadis berusia 22 tahun, ditemukan dalam kondisi membusuk dan sulit dikenali di jurang Liku 9, Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu. Sebelumnya, ia dilaporkan hilang selama lima hari. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga yang melintas di lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Gama, menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut. “Berdasarkan laporan dari masyarakat ditemukan mayat di lintas gunung,” ujar Bintang.
Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Kepahiang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui berjenis kelamin perempuan dan dalam kondisi hamil tua. Direktur RSUD Kepahiang, Febi Nursanda, membenarkan bahwa terdapat janin dalam tubuh korban yang juga telah meninggal dunia.
Rekaman CCTV yang Diamankan
Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Gama, mengatakan bahwa rekaman CCTV tersebut didapatkan setelah pihak kepolisian bekerja sama dengan Dinas Kominfo Kepahiang. “CCTV kita sudah bekerja sama dengan kominfo dan sudah mengambil 2 titik hasil rekaman CCTV,” kata Bintang. Namun demikian, pihaknya belum dapat mengungkap detail isi rekaman CCTV yang telah diamankan tersebut. Pihaknya juga masih menunggu hasil autopsi dan visum korban karena belum dikeluarkan dari dokter.
“Hasil visum awal maupun autopsi dari dokter belum dikeluarkan,” ucap Bintang. Dalam proses penyelidikan, pihaknya sudah memeriksa sekitar delapan orang saksi yang berasal dari berbagai daerah. “Delapan saksi ini ada warga dari Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau,” jelas Bintang.
Tes DNA Korban dan Saksi
Pihak kepolisian juga telah melakukan pengambilan DNA korban beserta sang anak untuk dilakukan pencocokan terhadap ayah dari anak korban. “Ada sampel DNA yang diambil dari korban, ibu dan anak yang nantinya akan dicocokan kepada siapa ayah dari anak tersebut dan ada dua saksi yang dilakukan pencocokan DNA, tidak tutup kemungkinan akan bertambah,” beber Bintang.
Namun demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait keterlibatan saksi, modus, dan motif karena masih dalam proses penyelidikan. “Untuk yang mengarah ke calon tersangka sampai saat ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan,” ungkap Bintang.
Video Rekaman CCTV Terakhir
Sebelumnya, video rekaman CCTV terakhir Sopiah dibagikan oleh akun Facebook Atin pada Sabtu (14/3/2026). Dalam unggahan tersebut, terlihat beberapa orang sedang beraktivitas di dalam ruangan yang diduga merupakan tempat pencabutan bulu ayam. Di bagian tengah, dua orang terlihat duduk di lantai sambil mengolah atau membersihkan ayam. Sementara itu, di sisi kanan tampak seorang berdiri di dekat tumpukan besar potongan ayam atau sisa hasil pemotongan. Ruangan tersebut memiliki pintu terbuka di bagian belakang yang mengarah ke ruangan lain, dengan kondisi dinding yang terlihat lembap di bagian bawah.

Awal Hilangnya Sopiah
Ayah korban, Sahamin, mengungkapkan bahwa sebelum hilang, Sopiah sempat berpamitan kepada ibunya untuk pergi ke Kota Lubuk Linggau guna menjalani suntik pada kakinya yang sakit. Namun sejak Kamis (5/3/2026), Sopiah tidak pernah kembali ke rumah. “Ceritanya saat sahur dia bekerja di tempat pembubutan ayam, mencabut bulu ayam biasanya balik sekitar jam 08.00 WIB, dari hari Kamis dia tidak pulang,” ucap Sahamin.
Dugaan Kekerasan dari Hasil Awal Autopsi
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bengkulu untuk menjalani autopsi pada Rabu (11/3/2026). Sepupu korban, Remo, mengungkapkan adanya dugaan kekerasan berdasarkan analisa awal tim medis. Ia menyebut terdapat retakan pada bagian kepala korban dengan ukuran sekitar 5 sentimeter yang diduga akibat benturan benda tumpul. Kekerasan tersebut ditemukan di beberapa bagian kepala, termasuk belakang, kiri dan kanan atas, serta di area pelipis.
“Kalau autopsi kita masih menunggu itu 15 hari lagi, tapi dari analisa mengarah pada adanya kekerasan di sekitar kepala,” ujar Remo.
Fakta Mengejutkan Terungkap
Di tengah proses penyelidikan, muncul fakta mengejutkan bahwa korban ternyata dalam kondisi hamil tua. Hal ini bahkan tidak diketahui oleh pihak keluarga sebelumnya. “Masih gadis anak aku tuh,” ujar Sahamin saat mengetahui kondisi tersebut. Keluarga pun mengaku terpukul dan tidak menyangka dengan kondisi korban.
Bahas Gaun Pengantin
Kasus ini semakin menjadi sorotan publik setelah berbagai informasi bermunculan di media sosial. Salah satunya, unggahan yang menyebut Sopiah sempat membahas gaun pengantin beberapa bulan sebelum kejadian. Dalam unggahan akun Facebook Erick Ibrahim pada 13 Maret 2026, disebutkan bahwa korban pernah menanyakan soal baju pengantin kepada penyedia jasa pelaminan. Unggahan tersebut kembali memicu reaksi publik yang mempertanyakan siapa sosok pria yang disebut dalam cerita tersebut. Hingga kini, kasus kematian Sopiah masih dalam penanganan pihak kepolisian.













