Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Festival Budaya Tahunan di Parigi Moutong
Pawai ogoh-ogoh, yang merupakan tradisi budaya masyarakat Hindu di Kabupaten Parigi Moutong, kini menjadi perhatian serius dari Bupati setempat, Erwin Burase. Ia berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai festival budaya tahunan dalam rangka Hari Raya Nyepi. Tujuannya adalah untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Erwin Burase menyampaikan bahwa pawai ogoh-ogoh tidak hanya sekadar atraksi budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki hari keheningan dalam perayaan Nyepi. Menurutnya, ogoh-ogoh melambangkan sifat negatif atau bhuta kala yang harus dikeluarkan agar umat Hindu dapat memasuki masa kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
“Momentum ini bukan hanya milik umat Hindu, tetapi bagian dari kekayaan budaya daerah yang memperkuat toleransi dan persatuan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah kabupaten akan mengembangkan pawai ogoh-ogoh menjadi sebuah festival budaya yang lebih besar dan terstruktur. Dengan demikian, kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata baru bagi masyarakat dan para pengunjung.
Pengembangan Festival Ogoh-Ogoh
Untuk mendukung pengembangan festival ini, Erwin Burase menyebutkan bahwa akan ada lomba-lomba yang diselenggarakan, terutama untuk melibatkan kreativitas generasi muda. Hal ini bertujuan agar anak-anak muda ikut serta dalam melestarikan budaya lokal sambil memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Akan ada lomba ogoh-ogoh yang melibatkan kreativitas anak muda, sehingga selain melestarikan budaya, juga memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, festival ogoh-ogoh memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata budaya baru di Parigi Moutong. Dengan pengembangan yang tepat, kegiatan ini bisa menjadi salah satu aset penting dalam pengembangan pariwisata daerah.
Mempertegas Nilai Toleransi dan Persatuan
Selain itu, kegiatan pawai ogoh-ogoh dinilai mampu memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Erwin Burase menekankan bahwa festival ini menjadi bagian dari upaya menjaga harmoni dan memperkuat persatuan di Kabupaten Parigi Moutong.
Ia menambahkan bahwa festival ini bisa menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa semua komunitas dapat hidup bersama dengan damai dan saling menghargai.
Kesiapan Menuju Tahun Depan
Dalam pernyataannya, Erwin Burase mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu. Ia berharap, perayaan Nyepi membawa kedamaian, ketenangan, dan keseimbangan bagi seluruh masyarakat.
Sebagai langkah awal, Bupati Parigi Moutong akan segera melakukan persiapan untuk menyelenggarakan pawai ogoh-ogoh sebagai festival tahunan. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi suatu momen yang dinantikan oleh banyak orang.













