Doa dan Pengertian Zakat Fitrah dalam Perspektif Islam
Zakat Fitrah merupakan salah satu bentuk ibadah yang wajib dilakukan oleh umat Muslim pada akhir bulan Ramadhan. Selain sebagai bentuk kebajikan, zakat juga memiliki makna mendalam dalam agama Islam. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah doa khusus yang dibaca saat menerima zakat fitrah. Berikut penjelasannya.
Bacaan Doa Saat Menerima Zakat Fitrah
Petugas amil dan para mustahik diharapkan melafalkan doa khusus saat menerima zakat fitrah. Tujuan dari membaca doa jawaban saat menerima harta zakat adalah untuk memohon keberkahan atas harta yang telah disisihkan oleh muzakki. Beberapa bacaan doa populer antara lain:
Aajarokallaahu Fiimaa A’thoita Wabaaroka Fiimaa Abqoita Waja’alahu Laka Thohuuron
Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala kepadamu pada barang yang engkau berikan (zakatkan) dan semoga Allah memberkahimu dalam harta-harta yang masih engkau sisakan dan semoga pula menjadikannya sebagai pembersih (dosa) bagimu.”Allahumma sholli ‘ala ali…
Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan kepada …”
Doa ini bisa disampaikan dengan menyebutkan nama orang yang membayarkan zakat fitrah.
Selain itu, terdapat juga doa pendek yang sering digunakan oleh umat Islam, yaitu:
– Taqabbalallahu minna wa minkum
Artinya: “Semoga Allah menerima amal dari kami dan dari kalian.”
Bacaan-bacaan tersebut tidak hanya sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga sebagai harapan agar ibadah zakat fitrah diterima oleh Allah SWT.
Golongan Penerima Zakat Fitrah
Berdasarkan aturan dalam Islam, ada delapan golongan yang berhak menerima zakat fitrah. Berikut rinciannya:
Fakir
Fakir adalah orang-orang yang memiliki harta, tapi sangat sedikit. Mereka sulit mencukupi kebutuhan pokok harian dan sudah sepatutnya mendapat bantuan.Miskin
Selain fakir, ada pula golongan miskin yang berhak menjadi penerima zakat. Hampir sama dengan fakir, bedanya miskin masih memiliki harta akan tetapi hanya cukup untuk makan sehari-hari saja.Amil
Amil adalah mereka yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan.Mualaf
Seorang yang mualaf juga memiliki hak sebagai penerima zakat. Mualaf adalah sebutan untuk orang yang baru masuk Islam. Tujuannya adalah agar orang-orang semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya.Riqab
Riqaab atau yang biasa disebut hamba sahaya merupakan umat Islam yang menjadi korban perdagangan manusia, pihak yang ditawan oleh musuh Islam, atau orang yang terjajah dan teraniaya.Gharimin
Gharimin yakni mereka yang berutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya. Mereka berutang untuk kemaslahatan diri seperti mengobati orang sakit atau membangun sarana ibadah.Fi Sabilillah
Yang dimaksud dengan sabilillah adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan di jalan Allah. Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad, dan sebagainya juga berhak menerima zakat.Ibnu Sabil
Ibnu Sabil disebut juga sebagai musaffir atau orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan.
Syarat Berzakat
Untuk dapat membayar zakat fitrah, seseorang harus memenuhi beberapa syarat, antara lain:
- Beragama Islam dan merdeka.
- Menemui dua waktu yaitu di antara Ramadhan dan Syawal walaupun hanya sesaat.
- Memiliki harta lebih atau kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri.
Umat muslim dapat membayar zakat berupa beras atau makanan pokok, seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa. Namun, menurut pandangan ulama Shaikh Yusuf Qardawi, zakat fitrah juga boleh ditunaikan dalam bentuk uang. Uang yang digunakan untuk membayar zakat adalah setara dengan 1 sha’ gandum, kurma atau beras. Nominal zakat fitrah dalam bentuk uang menyesuaikan harga beras yang dikonsumsi.













