Penjelasan Denada Mengenai Tuduhan Penelantaran Anak
Denada, seorang penyanyi ternama, akhirnya angkat bicara mengenai tudingan penelantaran anak yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengabaikan tanggung jawab sebagai ibu terhadap Ressa, putrinya.
Selama proses polemik ini berlangsung, Denada memastikan bahwa semua kebutuhan Ressa tetap terpenuhi, termasuk biaya pendidikan. Ia bahkan menunjukkan bukti transfer uang sebagai bentuk tanggung jawabnya selama ini. Dalam wawancaranya, ia menyampaikan bahwa uang yang diberikan kepada Mama (ibunya) adalah bentuk ibadah, sedangkan uang untuk Ressa adalah tanggung jawabnya sebagai orang tua.
“Uang untuk Mama, itu ibadah aku. Uang untuk Ressa, itu tanggung jawab aku. Jadi kalau pas Mama ada uang lebih, ditabung saja buat sendiri,” ujar Denada.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun jumlah uang yang dikirimkan tidak selalu tetap, ia tetap memberikan dukungan finansial secara rutin. Denada kembali menegaskan bahwa dirinya tidak pernah abai dalam memenuhi kewajiban terkait pendidikan Ressa. Ia memastikan setiap kebutuhan yang berkaitan dengan biaya sekolah hingga kuliah selalu ia perhatikan dengan serius.
Komunikasi dengan Keluarga Tetap Terbuka
Menurut Denada, komunikasi dengan pihak keluarga, khususnya sang ibu, selama ini berjalan dengan baik dan terbuka. Hal ini membuatnya selalu mengetahui setiap kebutuhan yang harus dipenuhi.
“Termasuk uang kuliah Denada, mama (Emilia Contessa) pasti ngabarin aku. Setiap kalau ada tagihan apa dari Ressa, itu pasti di-forward ke aku. Semua uang kuliah yang Mama minta untuk Ressa, pasti aku kirim,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa selama ini tidak pernah ada kendala berarti dalam proses pengiriman biaya. Setiap informasi terkait kebutuhan Ressa selalu diteruskan kepadanya sehingga ia bisa segera menindaklanjuti.
Fase Paling Berat dalam Hidup Denada
Lebih lanjut, Denada juga mengenang salah satu fase paling berat dalam hidupnya yang terjadi pada tahun 2019. Di masa tersebut, ia harus menghadapi kondisi keuangan yang sangat sulit, namun tetap berusaha memenuhi tanggung jawabnya sebagai orang tua.
“Saat itu, Tante Ratih menghubungi aku dan bilang Ressa butuh bantuan. Padahal saat itu, aku lagi enggak punya duit. Itu benar-benar tidak punya duit. Akhirnya, aku jual-jualin semua barang-barang,” ujarnya.
Dalam situasi yang serba terbatas itu, Denada memilih untuk tetap mengutamakan kebutuhan anaknya. Ia bahkan rela menjual barang-barang pribadinya demi bisa membantu Ressa.
Tidak Pernah Menganggap Bantuan sebagai Beban
Ia juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada anaknya tidak pernah ia anggap sebagai beban ataupun sesuatu yang harus dikembalikan.
“Aku enggak pernah potong. Enggaklah, itu kan buat anak aku sendiri,” tuturnya.
Sikap tersebut, menurut Denada, merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus kasih sayangnya sebagai seorang ibu. Ia ingin memastikan bahwa Ressa tetap mendapatkan haknya, apa pun kondisi yang sedang dihadapinya.
Pernyataan Final Denada
Di tengah proses hukum yang hingga kini masih berjalan, Denada kembali menegaskan posisinya. Ia membantah keras tudingan penelantaran anak dan menekankan bahwa dirinya selalu berupaya hadir, baik secara finansial maupun perhatian.
Baginya, memenuhi kebutuhan Ressa bukan hanya kewajiban, tetapi juga prioritas utama yang tidak pernah ia abaikan sejak dulu hingga sekarang.













