Ramalan Cuaca Surabaya Hari Ini dan Persiapan Menghadapi Cuaca Ekstrem
BMKG Juanda telah merilis ramalan cuaca untuk wilayah Surabaya pada hari ini, Minggu (15/3/2026). Cuaca di kota tersebut diprediksi bervariasi, mulai dari cerah di pagi hari hingga hujan ringan di siang hari. Suhu udara berkisar antara 24–31°C, dengan kelembapan yang cukup tinggi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi hingga periode 20 Maret 2026.
Cuaca Surabaya Pagi Hingga Siang Hari
Sejak pukul 07.00 WIB, warga Surabaya akan disambut oleh cuaca cerah dengan suhu mencapai 27°C. Kecepatan angin sekitar 5,6 kilometer per jam. Memasuki pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, suhu udara meningkat hingga mencapai 31°C. Namun, pada siang hari sekira pukul 13.00 WIB, Surabaya diprediksi akan turun hujan intensitas ringan. Suhu udara secara perlahan menurun hingga sore hari, dengan suhu terendah mencapai 24°C.
Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem
BMKG Juanda memprakirakan adanya potensi cuaca ekstrem di Surabaya pada rentang tanggal 11–20 Maret 2026. Dampak yang perlu diwaspadai meliputi hujan sedang hingga lebat, angin kencang atau puting beliung, serta petir. Di beberapa titik rawan, terdapat risiko hujan es. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengambil langkah-langkah pencegahan.
Tips Menghadapi Cuaca Hari Ini
Untuk menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu, berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
- Bawa payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan siang hari.
- Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat karena kelembapan udara cukup tinggi.
- Pengendara diimbau lebih berhati-hati saat hujan ringan karena jalan berpotensi licin.
- Pantau pembaruan cuaca resmi dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi secara mendadak.
Pelindo Regional 3 Hadapi Cuaca Ekstrem di Pelabuhan Kalimas
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas peringatan dini dari BMKG terkait ancaman gelombang tinggi dan kenaikan muka air laut.
Fokus utama antisipasi dilakukan di kawasan Pelabuhan Kalimas, melalui pembangunan fasilitas Rumah Pompa Kalimas. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk menyedot genangan air saat terjadi banjir rob yang kerap mengancam operasional pelabuhan.
Rumah pompa tersebut dilengkapi dengan dua unit mesin pompa banjir yang memiliki kapasitas masing-masing 0,5 meter kubik per detik. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi solusi permanen atas masalah genangan air yang selama ini menghambat mobilitas logistik.
Mitigasi Banjir Rob di Kawasan Kalimas
Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menjelaskan bahwa rumah pompa ini adalah langkah strategis perusahaan. Tujuannya jelas, yakni menjaga kelancaran aktivitas bongkar muat meski di tengah cuaca buruk.
“Rumah pompa ini kami bangun sebagai upaya mitigasi terhadap banjir rob yang sebelumnya cukup sering terjadi di kawasan Kalimas. Diharapkan genangan air dapat segera teratasi,” ujar Purwanto dalam keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).
Sebelum fasilitas ini tersedia, banjir rob sering menggenangi Jalan Kalimas tepat setelah gerbang masuk (Gate Kalimas) hingga area dermaga. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu arus kendaraan dan keamanan barang kiriman di kawasan pelabuhan tradisional tersebut.
Langkah Preventif dan Koordinasi BMKG
Selain infrastruktur fisik, Pelindo juga melakukan aksi nyata di lapangan untuk memastikan drainase berfungsi optimal. Berikut adalah beberapa langkah preventif yang telah dijalankan:
- Pembersihan saluran air di kawasan Kalimas secara menyeluruh pada 11 Februari 2026.
- Kegiatan kerja bakti massal di sepanjang Jalan Kalianget pada 28 Februari 2026 untuk meminimalisir penyumbatan.
- Pemantauan rutin kondisi lingkungan dan fasilitas pendukung oleh tim operasional pelabuhan.
- Koordinasi intensif dengan BMKG untuk memperbarui data cuaca secara real-time.
Branch Manager Kalimas, Ana Adiliya, menambahkan bahwa seluruh fasilitas pendukung dipastikan berfungsi 100 persen. Hal ini krusial, agar aktivitas distribusi barang dari dan ke luar pulau tetap terjaga ritmenya.
Sebagai informasi tambahan, Pelabuhan Kalimas merupakan jantung pengiriman logistik antarpulau di Surabaya menggunakan kapal rakyat. Lokasinya yang berada di muara sungai, membuatnya sangat rentan terhadap fenomena pasang surut air laut atau banjir rob.
Pelindo mengimbau para pengguna jasa dan pelaku pelayaran untuk selalu waspada terhadap informasi cuaca terbaru. Keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama di tengah tantangan iklim yang dinamis saat ini.













