Pengoperasian Bus Trans Banyumas di Stasiun Purwokerto
Pengoperasian bus Trans Banyumas kini telah mencapai Stasiun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui pintu barat. Hal ini menjadi langkah penting dalam integrasi transportasi umum yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan masyarakat.
Waktu Antar Bus dan Fasilitas yang Tersedia
Jarak antar kedatangan bus Trans Banyumas di jalur ini diperkirakan sekitar 15 menit. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menjelaskan bahwa penggunaan pintu barat untuk rute Trans Banyumas dipilih agar tidak menambah kepadatan lalu lintas di kawasan pintu timur Stasiun Purwokerto yang sudah cukup padat.
Sadewo menilai bahwa integrasi moda transportasi ini sangat penting bagi masyarakat. Menurutnya, jika setiap 15 menit bus datang, orang yang pulang ke Purwokerto bisa langsung naik Trans Banyumas, yang akan membuat perjalanan lebih nyaman.
Keberadaan Bus Trans Banyumas yang Dinilai Baik
Sadewo juga menyebut bahwa layanan Trans Banyumas sudah cukup baik dan bahkan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia dari sisi tingkat keterisian penumpang. Ia mengatakan bahwa kesadaran masyarakat mulai beralih ke transportasi umum.
“Trans Banyumas itu nyaman. Bahkan, load factor-nya termasuk yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Operasi oleh Konsorsium Swasta
Sadewo juga meluruskan anggapan sebagian masyarakat yang mengira Trans Banyumas merupakan bisnis milik pemerintah daerah. Ia menjelaskan bahwa investasinya berasal dari swasta.
Di Banyumas, operator Trans Banyumas dijalankan oleh PT Banyumas Raya Transportasi, yang merupakan konsorsium pengusaha transportasi lokal. “Ini mungkin satu-satunya bus trans di Indonesia yang operatornya benar-benar lokal,” ujarnya.
Para pemilik angkot bahkan ikut berinvestasi dalam pembelian armada bus Trans Banyumas secara bersama-sama. Misalnya, satu bus harganya sekitar Rp220 juta untuk DP. Karena tidak semua punya modal besar, akhirnya patungan. Jika sepuluh orang, berarti masing-masing sekitar Rp22 juta.
Menurut Sadewo, skema tersebut justru membuat para pengusaha angkot tetap bisa mendapatkan keuntungan. Ada yang angkotnya tetap jalan, ada juga yang dijual untuk modal. Bahkan, ada yang hanya investasi tapi tetap dapat penghasilan.
Pintu Barat Stasiun Purwokerto yang Lebih Nyaman
Sadewo menilai bahwa pintu barat stasiun sebenarnya lebih nyaman karena dilengkapi fasilitas yang lebih baik. Lorong-lorongnya juga sudah pakai AC. Selama ini, orang lebih banyak lewat pintu timur. Namun, jika fasilitasnya sudah terlihat lebih baik, mungkin penumpang akan terbagi.
Banyumas, khususnya Purwokerto, termasuk daerah tujuan mudik yang cukup besar di Indonesia. Menurut data KAI, jumlah penumpang yang turun di Stasiun Purwokerto saat masa mudik disebut lebih banyak dibandingkan Stasiun Yogyakarta. Jadi, kalau melihat data itu, asumsi Sadewo adalah orang lebih senang pulang ke Purwokerto daripada ke Jogja.
Layanan Dalam Tiga Koridor
Direktur Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, menjelaskan bahwa integrasi layanan ini akan dilayani beberapa koridor Trans Banyumas. Dalam tahap awal operasional ini, terdapat tiga koridor Trans Banyumas yang akan masuk ke area pintu barat Stasiun Purwokerto.
Yang masuk ke pintu barat itu koridor 1 dari Ajibarang, kemudian koridor 3A dari Terminal Bulupitu, dan terminal 3B dari Beji UMP akan masuk ke stasiun Purwokerto, jadi 3 koridor. Tiga koridor ini, menurut Ipoeng, sudah saling berintegrasi dengan koridor lain.
Pembangunan Fasilitas Parkir di Sisi Barat
Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Mohamad Arie Fathurrochman, mengatakan pihaknya sedang menyelesaikan pembangunan fasilitas parkir di sisi barat stasiun. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung integrasi transportasi sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di sisi timur stasiun.
Harapan Arie adalah jalan Kober bisa lebih longgar dan tidak macet seperti sekarang. Ia menargetkan pembangunan fasilitas tersebut dapat segera selesai dan diuji coba dalam waktu dekat.













