Kecelakaan Berburu dengan Senapan Angin Mengakibatkan Anak 12 Tahun Terluka
Seorang anak berusia 12 tahun di Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, mengalami luka parah akibat tertembak peluru senapan angin saat sedang berburu tupai. Kejadian ini terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026, dan menimpa I Made Satya, yang harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof Ngoerah Denpasar.
Saat kejadian, Made Satya sedang bersama tetangganya, I Nengah Redana (30 tahun), untuk berburu tupai di kebun milik warga di wilayah Banjar Dinas Bonyoh. Redana membawa senapan angin di punggungnya dan mereka berjalan menelusuri tegalan bersama. Tiba-tiba, senapan angin tersebut meletus tanpa disengaja, dan pelurunya menembus paha kiri Made Satya.
Setelah kejadian, Made Satya segera dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem. Namun, karena kondisi medisnya memerlukan penanganan lebih intensif, ia kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah di Denpasar.
Penanganan Medis yang Memakan Waktu
Kepala Seksi Pelayanan RSUD Karangasem, dr. I Gusti Lanang Putu Udiyana, menjelaskan bahwa korban telah menjalani operasi karena peluru yang menembus paha kirinya. Namun, peluru tersebut belum berhasil dikeluarkan karena terjebak di tengah tulang. Hal ini menyebabkan perlu adanya penanganan lanjutan di rumah sakit yang lebih lengkap.
“Pelurunya berada di tengah tulang. Untuk penanganan lebih lanjut, pasien kemudian dirujuk ke RSUP Sanglah,” kata dr. I Gusti Lanang Putu Udiyana.
Penyelidikan oleh Pihak Berwajib
Meskipun kejadian ini terjadi di wilayah Kecamatan Kubu, hingga saat ini tidak ada laporan resmi yang diterima oleh Polsek Kubu. Menurut AKP I Nyoman Sukarma, Kapolsek Kubu, personel kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.
“Ini personel masih di lapangan, informasinya korban telah dirujuk ke RSUP Sanglah (RSUP Prof Ngoerah),” ujar Sukarma, Sabtu 14 Maret 2026.
Peringatan atas Penggunaan Senapan Angin
Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya penggunaan senapan angin secara aman, terutama ketika digunakan dalam aktivitas seperti berburu atau kegiatan luar ruangan lainnya. Penggunaan senapan angin yang tidak hati-hati dapat berdampak serius, bahkan mengancam nyawa.
Langkah-Langkah Pencegahan
Beberapa langkah pencegahan yang bisa diambil antara lain:
- Memastikan bahwa senapan angin hanya digunakan oleh orang dewasa yang sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman.
- Menyimpan senapan angin dalam tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.
- Melakukan pemeriksaan berkala terhadap senapan angin untuk memastikan kondisinya dalam keadaan baik dan tidak rentan meledak secara tidak sengaja.
Dengan kesadaran yang lebih tinggi dan tindakan pencegahan yang tepat, kejadian serupa dapat diminimalisir.













