
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai kondisi suhu yang terasa lebih panas di Jakarta serta sejumlah wilayah di Jawa dalam beberapa hari terakhir. Direktur Perubahan Iklim BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk minimnya tutupan awan dan fenomena atmosfer global yang sedang berlangsung.
Menurut Fachri, suhu udara yang terasa sangat panas dalam beberapa hari terakhir berkaitan dengan langit yang relatif cerah. Hasil pengamatan BMKG menunjukkan bahwa suhu maksimum mencapai kisaran 34 hingga 36 derajat Celsius. Ia menyatakan bahwa kondisi ini terjadi karena tutupan awan sangat sedikit sehingga radiasi matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi sejak pagi hingga siang hari.
“Ketika awan konvektif yang biasanya membantu menahan dan memantulkan sebagian radiasi matahari tidak banyak terbentuk, pemanasan permukaan menjadi lebih kuat. Akibatnya, suhu udara terasa lebih tinggi dan kondisi siang hari menjadi lebih terik,” jelas Fachri.
Selain itu, Fachri juga mencatat perubahan kondisi atmosfer yang membuat pembentukan awan hujan menjadi lebih sedikit. Salah satu penyebabnya adalah fase kering dari fenomena atmosfer global Madden–Julian Oscillation (MJO).
Fachri menjelaskan bahwa fenomena tersebut membuat aktivitas pembentukan awan dan hujan melemah di wilayah Indonesia bagian barat. “Situasi ini berkaitan dengan fase kering dari MJO yang sedang melintasi wilayah Indonesia bagian barat. Pada fase ini, aktivitas pembentukan awan dan hujan (konveksi) cenderung melemah,” katanya.
“Ketika konveksi melemah, peluang terbentuknya awan hujan menjadi lebih kecil sehingga cuaca cenderung cerah. Dampaknya, radiasi matahari lebih dominan pada siang hari dan suhu udara di wilayah seperti Jakarta dan Jawa dapat terasa lebih panas dalam beberapa hari terakhir,” tambahnya.
Faktor lain yang turut memengaruhi kondisi panas tersebut adalah terbentuknya pusat tekanan rendah di wilayah utara Australia. “Faktor lain yang berkontribusi adalah terbentuknya pusat tekanan rendah di bagian utara Australia yang menyebabkan awan-awan berkumpul di sana sehingga seolah terjadi ‘kekosongan awan’ di atas wilayah Indonesia bagian barat,” ujar Fachri.
Penyebab Utama Suhu Panas di Jakarta dan Wilayah Jawa
Berikut adalah beberapa faktor utama yang menyebabkan suhu udara di Jakarta dan wilayah Jawa terasa lebih panas:
Minimnya Tutupan Awan
Langit yang relatif cerah dengan tutupan awan yang sangat sedikit memungkinkan sinar matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal sejak pagi hingga siang hari. Hal ini meningkatkan pemanasan permukaan dan membuat suhu terasa lebih tinggi.Fase Kering Madden–Julian Oscillation (MJO)
Fenomena atmosfer global ini menyebabkan melemahnya aktivitas konveksi atau pembentukan awan dan hujan di wilayah Indonesia bagian barat. Akibatnya, cuaca cenderung cerah dan radiasi matahari lebih dominan.Pusat Tekanan Rendah di Australia
Terbentuknya pusat tekanan rendah di utara Australia menyebabkan awan berkumpul di wilayah tersebut, sehingga terjadi ‘kekosongan awan’ di atas wilayah Indonesia bagian barat. Ini berdampak pada peningkatan intensitas sinar matahari yang mencapai permukaan bumi.














