Penjelasan dan Klarifikasi Terkait Acara Buka Bersama Ala Bollywood
Fenny Apridawati, yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, menjadi sorotan setelah menggelar acara buka bersama (bukber) dengan konsep ala Bollywood di Mahabarata Palace Graha Unesa, Kota Surabaya, pada Jumat (6/3/2026). Acara ini mendapat perhatian publik karena dinilai terlalu mewah dan tidak sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat. Namun, Fenny memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait acara tersebut.
Tujuan Acara Bukber
Fenny menjelaskan bahwa acara bukber bertujuan untuk memperkuat silaturahmi di Bulan Suci Ramadan. Ia juga menyatakan bahwa biaya acara tersebut tidak berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dibiayai oleh pihak pribadi. Meskipun demikian, beberapa pihak tetap merasa bahwa acara tersebut kurang menunjukkan empati terhadap kondisi sosial masyarakat.
Respons Publik dan Kritik
Masyarakat Sidoarjo menganggap acara tersebut terlalu mewah, terutama dalam konteks kebutuhan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah warganet menyampaikan kritik terhadap penyelenggaraan acara tersebut, dengan menyoroti ketimpangan antara kegiatan pejabat dan realitas yang dialami rakyat.
Menanggapi hal ini, Fenny akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Sidoarjo. Ia berjanji untuk lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitasnya sebagai pelayan publik. Fenny juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sangat menghargai masukan dan kritik dari masyarakat sebagai bentuk fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan.
Latar Belakang dan Karier Fenny Apridawati
Fenny Apridawati adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) berpangkat Pembina Utama Madya, yang merupakan pangkat golongan ruang IV/d bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia. Pangkat ini setara dengan Inspektur Jenderal Polisi dan biasanya diberikan kepada pejabat eselon 1b seperti Staf Ahli Menteri atau Sekretaris Daerah Provinsi.
Fenny mengemban amanah sebagai Sekda Sidoarjo sejak Maret 2024. Ia lahir pada 13 April 1968, sehingga usianya menginjak 58 tahun. Fenny diangkat menjadi ASN pada Maret 1991 dan pernah menjabat beberapa instansi strategis, seperti Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Rekam Jejak dan Pengalaman
Beberapa jabatan penting yang pernah dipegang oleh Fenny antara lain:
* Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, periode 2022-2024
* Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, yang menangani dinamika industri dan ketenagakerjaan, periode 2019-2022
* Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo
Selain itu, Fenny juga menjadi salah satu pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dengan nilai terbaik seleksi JPTP Sekda Sidoarjo, pada November 2023.
Harta Kekayaan
Berdasarkan laporan harta kekayaan yang disampaikan, Fenny memiliki aset yang cukup besar, antara lain:
* Tanah dan bangunan: Rp4.600.000.000
* Alat transportasi dan mesin: Rp505.000.000
* Harta bergerak lainnya: Rp122.250.000
* Kas dan setara kas: Rp1.334.825.869
* Total harta kekayaan: Rp6.562.075.869
Tanggung Jawab dan Komitmen Pemerintah
Meski ada kritik terhadap acara bukber, Fenny menegaskan bahwa pemerintah akan tetap fokus pada kerja nyata, terutama dalam penyelesaian infrastruktur jalan dan pemenuhan kebutuhan pangan murah bagi masyarakat selama bulan Ramadan hingga Idulfitri mendatang.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset terpenting bagi kami,” ujar Fenny. “Masukan ini menjadi modal berharga bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan bahwa dedikasi kami tetap selaras dengan harapan warga Sidoarjo.”













