Persebaya Surabaya Fokus pada Regenerasi Pemain Muda
Persebaya Surabaya sedang memanfaatkan jeda kompetisi untuk membangun kekuatan baru. Regenerasi pemain muda, program latihan khusus, dan target menembus empat besar menjadi fokus utama Bajol Ijo di bawah arahan Bernardo Tavares. Tim asal Surabaya ini terus menegaskan komitmen regenerasi dengan memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk tampil di laga besar.
Nama-nama seperti Dimas Wicaksono, Sadida Nugraha, dan Ichsas Baihaqi mulai mendapat panggung. Keberanian Tavares menurunkan mereka menjadi bukti bahwa Bajol Ijo tidak hanya bergantung pada pemain asing. Eksodus sejumlah pemain senior seperti Dejan Tumbas dan Diego Mauricio sempat membuat skuad timpang, tetapi masuknya pemain baru seperti Jefferson Silva memberi keseimbangan.
Bek kiri asal Brasil itu tampil konsisten dengan delapan penampilan penuh dan menjadi teladan disiplin. Di sisi lain, kapten Bruno Moreira tetap menjadi figur sentral. Meski mendapat kritik dari sebagian Bonek, ia mencatat 23 laga dengan torehan 9 gol dan 4 assist. Kontribusinya mencapai 41 persen partisipasi gol tim, menegaskan peran vitalnya.
Regenerasi Pemain Muda Persebaya
Bernardo Tavares menegaskan regenerasi sebagai strategi jangka panjang. Ia memberi kesempatan kepada pemain muda untuk tampil di laga besar, meskipun risiko tetap ada. Dimas Wicaksono mencatat 175 menit bermain dengan satu gol. Sadida Nugraha tampil dalam 12 laga, berperan sebagai gelandang bertahan dengan dua kartu kuning. Ichsas Baihaqi mulai dipercaya menjaga ritme permainan di lini tengah.
Pengamat Persebaya, Kukuh Ismoyo, menilai langkah ini sebagai investasi. “Munculnya nama-nama baru seperti Dimas Wicaksono membuktikan Surabaya tetap menjadi kawah candradimuka pemain berkualitas,” ujarnya. Regenerasi juga menjadi jawaban atas eksodus pemain asing. Kehilangan Diego Mauricio dan Dime Dimov diimbangi dengan keberanian Tavares memberi panggung bagi talenta lokal.
Dengan kombinasi pemain asing berpengalaman dan pemain muda, Persebaya memiliki fondasi kuat. Dukungan Bonek menjadi faktor penentu dalam menjaga asa tersebut.
Persebaya Surabaya Libur Latihan
Jeda kompetisi Super League selama dua pekan dimanfaatkan Tavares untuk membenahi kondisi tim. Ia ingin masa rehat ini menjadi momentum bagi pemain untuk memulihkan tenaga sekaligus menguatkan mental. “Kami memutuskan untuk memberikan waktu kepada para pemain sebelum kembali mempersiapkan diri. Target kami adalah kembali lebih kuat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental,” jelas Tavares.
Kekalahan telak 1-5 dari Borneo FC menjadi pelajaran berat. Namun, Tavares melihat tekad para pemain untuk bangkit. “Kekalahan 1-5 tentu menjadi pelajaran yang berat bagi kami, dan saya percaya semua pemain ingin bangkit dan menjadi lebih kuat,” ucapnya. Program latihan khusus disusun agar kebugaran tetap terjaga. Pemain dibagi ke dalam kelompok, dipantau staf teknis, dan mendapat program individu.
“Setiap pemain juga mendapatkan program latihan individu yang harus dijalankan selama masa jeda ini. Tujuan kami jelas, agar mereka tetap bekerja dengan baik selama rehat dan bisa kembali dalam kondisi yang lebih kuat ketika tim kembali berkumpul,” tambahnya. Tavares menegaskan pemeriksaan kondisi akan dilakukan saat tim kembali berkumpul. “Karena itu, pada hari pertama latihan nanti kami akan kembali melakukan pengecekan kondisi mereka, dan saya berharap semuanya datang dalam keadaan siap,” pungkasnya.
Persebaya Bisa Masuk 4 Besar
Persebaya kini berada di peringkat ketujuh dengan 39 poin. Peluang menembus empat besar tetap terbuka jika mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim. Target realistis adalah finis dengan 56 poin jika Bajol Ijo mampu menyapu bersih laga sisa. Ujian berat akan hadir saat tandang ke markas Persija Jakarta dan Arema FC.
Selain itu, laga kandang kontra Persita, Madura United, PSBS Biak, dan Persik Kediri harus dimenangkan. Dukungan penuh Bonek di GBT menjadi modal penting. Bernardo Tavares menekankan pentingnya mentalitas. “Kami kalah sebagai tim, bukan hanya satu pemain. Yang bisa kami lakukan adalah menganalisis kesalahan dan memperbaikinya,” ujarnya. Dengan kombinasi pemain asing berpengalaman seperti Jefferson Silva dan kapten Bruno Moreira, ditambah talenta muda lokal, Persebaya memiliki fondasi kuat untuk menembus empat besar.













