Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Bisnis & Finance Economy

Banyak Pekerja AS Keluhkan Kenaikan Harga Hidup

Maret 14, 2026
Reading Time:3 mins read

Keluhan Pekerja di Amerika Serikat terhadap Biaya Hidup yang Meningkat



Banyak pekerja di Amerika Serikat (AS) mengeluhkan kenaikan biaya hidup yang terus berlangsung, meskipun Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji akan mengatasi masalah keterjangkauan. Menurut laporan, banyak pekerja kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka, dan ada kekhawatiran lintas partai terhadap penanganan ekonomi oleh pemerintahan Trump.

RELATED POSTS

Survei LPEM UI: Ekonomi RI Dikritik Memburuk

Peringatan: Rupiah Tembus Rp17.200 Saat Libur Nyepi dan Lebaran

Penawaran SR024 Berjalan Seminggu, Apakah Mencapai Target Pemerintah?

Dawn Levie, seorang pekerja layanan pos di Paulden, Arizona, menjelaskan bahwa pendapatannya berkurang ribuan dolar dalam setahun terakhir akibat pemotongan jam kerja. Hal ini membuatnya semakin sulit membayar kebutuhan pokok seperti bahan makanan dan tagihan utilitas.

“Sulit menggambarkan perasaan ketika Anda tidak bisa mempertahankan penghidupan karena uang Anda terdampak. Anda tidak bisa membayar tagihan dan para kreditur menjadi marah,” kata Levie, dikutip dari sumber independen.

Di sisi lain, Gedung Putih menilai bahwa persoalan keterjangkauan tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonomi secara keseluruhan. Dalam sebuah rapat umum di Kentucky, Trump menyatakan inflasi menurun, pendapatan meningkat, dan ekonomi AS kembali bangkit. Namun, sejumlah pekerja mengatakan kenaikan harga membuat gaji mereka tidak mampu mengejar biaya hidup.

Bryan Williams, pekerja perawatan rumah di Wisconsin dengan upah USD 17,65 per jam, mengatakan dia harus hidup dari gaji ke gaji untuk membayar sewa, makanan, dan BBM. Keluhan serupa disampaikan Vernice Thompson, pekerja ritel di Virginia. Meski menerima manfaat jaminan sosial, biaya perumahan masih menyerap sekitar setengah dari pendapatannya, sementara harga bahan makanan dan pakaian terus meningkat.

Kenaikan Harga dan Dampak pada Ekonomi Rumah Tangga

Data menunjukkan bahwa harga pangan pada Januari tercatat 2,9 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dan diperkirakan naik 3,1 persen dalam setahun ke depan. Harga utilitas di AS juga meningkat lebih dari 6 persen pada Januari 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan biaya kebutuhan pokok turut mendorong peningkatan utang rumah tangga. Total utang rumah tangga pada kuartal IV 2025 mencapai USD 18,8 triliun, sementara utang kartu kredit mencetak rekor USD 1,28 triliun.

Di sisi lain, banyak pekerja mengalami stagnasi upah. Sebanyak 10 persen pekerja dengan upah terendah yang rata-rata menerima USD 14,56 per jam mengalami penurunan upah riil sebesar 0,3 persen setelah disesuaikan dengan inflasi pada 2025. Upah minimum federal sebesar USD 7,25 per jam juga tidak berubah sejak 2009, menjadi periode terpanjang tanpa kenaikan sejak aturan tersebut diberlakukan.

Kelompok Berpendapatan Tinggi Mengalami Kenaikan Penghasilan

Sebaliknya, kelompok berpendapatan tinggi di AS justru mencatat kenaikan penghasilan lebih cepat. Sejak 1979, upah kelompok ini tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan pekerja berpendapatan rendah dan menengah.

Keluarga di AS diperkirakan telah mengeluarkan lebih dari USD 1.700 akibat kebijakan tarif pemerintahan Trump selama periode Februari 2025 hingga Januari 2026. Selain itu, pemerintah juga memangkas sejumlah program perlindungan sosial. Undang-Undang One Big Beautiful Bill Act yang disahkan tahun lalu mencakup pemotongan lebih dari 1 triliun dolar AS untuk program Medicaid, 536 miliar dolar AS dari Medicare, serta USD 186 miliar dari Program Bantuan Nutrisi Tambahan (Snap).

Gedung Putih juga membiarkan subsidi Affordable Care Act berakhir, yang bermanfaat kurang lebih bagi 22 juta warga AS. Lalu mencabut kebijakan yang sebelumnya menaikkan upah minimum bagi kontraktor federal menjadi 15 dolar AS per jam. Kebijakan tersebut berdampak pada lebih dari 300.000 pekerja.

Penyesuaian Kebijakan dan Tantangan Ekonomi

Selain itu, pemerintah juga berupaya menghapus perlindungan lembur bagi hampir 4 juta pekerja perawatan rumah yang pada 2024 menerima upah median sebesar USD 16,78 per jam.

Meski demikian, Juru bicara Gedung Putih Kush Desai menolak anggapan bahwa kondisi ekonomi memburuk. Menurut dia, ekonomi AS di bawah pemerintahan Trump tetap berada pada jalur yang kuat. Dia mengatakan laporan inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga mulai mereda, sementara agenda pemotongan pajak, tarif, dan deregulasi pemerintah dinilai mendorong pertumbuhan upah riil dan investasi.

Share61Tweet38

RelatedPosts

Penawaran SR024 Berjalan Seminggu, Apakah Mencapai Target Pemerintah?
Economy

Penawaran SR024 Berjalan Seminggu, Apakah Mencapai Target Pemerintah?

Maret 15, 2026
Survei LPEM UI: Ekonomi RI Dikritik Memburuk
Economy

Survei LPEM UI: Ekonomi RI Dikritik Memburuk

Maret 15, 2026
Eskalasi Geopolitik Picu Volatilitas Harga Perak Global
Economy

Eskalasi Geopolitik Picu Volatilitas Harga Perak Global

Maret 15, 2026
Peringatan: Rupiah Tembus Rp17.200 Saat Libur Nyepi dan Lebaran
Economy

Peringatan: Rupiah Tembus Rp17.200 Saat Libur Nyepi dan Lebaran

Maret 15, 2026
Next Post
Jalur Ekonomi Kembali Normal, Jalan Semarang-Godong Buka Lagi

Jalur Ekonomi Kembali Normal, Jalan Semarang-Godong Buka Lagi

Kapolisi Wajib Bongkar Motif Serangan pada Andrie Yunus

Kapolisi Wajib Bongkar Motif Serangan pada Andrie Yunus

Senyum Bahagia Dahlan, Petugas Kebersihan Cikunir Terima Bingkisan Lebaran dari Wawali Harris Bobihoe

Recommended Stories

Adam Sandler Jadi Bintang Berpenghasilan Tertinggi 2025

Adam Sandler Jadi Bintang Berpenghasilan Tertinggi 2025

Maret 15, 2026
digital marketing

Pengertian Dan Kelebihan Jenis Strategi Digital Marketing

Juni 17, 2021
bounce rate

Apa Itu Bounce Rate? Definisi, Fungsi & Optimasinya

September 10, 2021

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN