Antoni Blog
No Result
View All Result
  • Login
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
PRICING
SUBSCRIBE
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita
No Result
View All Result
Antoni Blog
No Result
View All Result
Home Informasi Kesehatan

6 Cara Tepat Mengatasi Anak yang Takut Suara Keras

Agustus 13, 2021
Reading Time:5 mins read
6 Cara Tepat Mengatasi Anak yang Takut Suara Keras

Anda mungkin sering mendapati anak ketakutan saat mendengar suara keras seperti suara pesawat, blender, petir, atau suara berisik lainnya. Hal ini mungkin membuat Anda bertanya-tanya, apakah respons ketakutan yang dialami si kecil normal ataukah tidak. Lantas, kenapa ada anak yang begitu takut dengan suara keras dan bagaimana mengatasi rasa cemas yang dialami si kecil? Yuk, simak penjelasan berikut!

RELATED POSTS

Warga Diingatkan Waspadai Dampak Cuaca Panas Jakarta

Dinkes himbau warga waspadai cuaca panas Jakarta, ancaman dehidrasi hingga heatstroke

Aturan Minum Kopi untuk Anda yang Meminumnya Setiap Hari

Memahami rasa takut anak terhadap suara keras

Melansir Kids Health, anak mungkin mengalami rasa takut pada hal-hal tertentu di usia bayi atau balita.

Biasanya, seiring bertambahnya usia, ia sudah bisa mengatasi rasa takut tersebut dengan sendirinya.

Meski begitu, terkadang beberapa anak mungkin masih takut pada suara-suara tertentu hingga di usia yang cukup besar, bahkan sampai dewasa.

Rasa takut ini biasanya bervariasi. Beberapa anak mungkin takut pada suara keras yang muncul tiba-tiba, seperti suara petir atau bunyi blender.

Namun, ada pula anak yang takut pada suara keras terus-terusan, seperti saat berada di jalan raya atau di konser musik.

Apa penyebab anak takut mendengar suara keras?

 

Biasanya, rasa takut anak pada suara keras karena alasan-alasan yang wajar seperti:

  • kaget karena kemunculan suara yang tiba-tiba,
  • anak tumbuh di lingkungan yang sunyi sehingga tidak terbiasa dengan suara berisik, atau
  • ia sering ditakut-takuti dengan suara keras baik oleh keluarga maupun teman.

Namun, pada kondisi tertentu, rasa takut anak saat dengar suara keras bisa jadi karena mengalami masalah pada tubuhnya, seperti:

  • gangguan pada pendengaran,
  • ligyrophobia atau phonophobia (fobia dengan suara berisik atau keras), dan
  • gejala autis.

Bagaimana cara mengatasi anak yang takut pada suara keras?

 

Jika terlalu sensitif pada suara keras disebabkan oleh faktor medis, diperlukan terapi khusus sesuai dengan masalah kesehatan yang anak derita.

Sementara jika disebabkan oleh hal-hal wajar, Anda dapat mengatasinya dengan trik-trik tertentu.

Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda coba.

1. Bicarakan pada anak tentang ketakutannya

Anak memiliki rasa takut berlebihan pada suara keras mungkin karena disertai dengan imajinasi tertentu.

Mungkin ia membayangkan suara keras identik dengan monster, kekejaman, dan sebagainya.

Terkadang, anak secara otomatis menghubungkan hal-hal tersebut di pikirannya sehingga membuatnya takut.

Oleh karena itu, sampaikanlah dengan pelan bahwa suara keras tersebut bukanlah hal-hal buruk seperti yang ia bayangkan.

2. Tidak menakut-nakuti anak dengan suara keras

Agar tidak timbul imajinasi seram di bayangan si kecil, sebaiknya hindari menakut-nakutinya dengan suara keras.

Ambil contoh, sebaiknya Anda tidak membentak anak, mengagetkan ia dengan sengaja, menghubung-hubungkan suara keras dengan monster, dan sebagainya.

Perlu Anda ketahui bahwa rasa takut itu hasil rekayasa otak.

Jika Anda sering menghubungkan suara keras dengan hal yang seram maka otak akan merekam hal tersebut, akibatnya anak pun menjadi takut setiap kali mendengar suara keras.

3. Tunjukkan reaksi yang tepat saat mendengar suara keras

Anak adalah peniru yang andal.

Terkadang, tanpa disadari, anak-anak ternyata meniru kebiasaan orang tuanya. Saat Anda ketakutan bila mendengar suara keras, anak akan mengira itulah reaksi yang wajar.

Alhasil, secara tidak langsung, ia pun menirunya.

Oleh karena itu, coba koreksi cara Anda bereaksi agar si kecil bisa meniru dengan tepat.

Bila memungkinkan, ajarilah secara langsung bagaimana reaksi yang tepat saat mendengar suara keras.

4. Ajarkan anak menenangkan diri dari rasa takutnya

Beberapa anak mungkin menghadapi rasa takut terhadap sesuatu, bahkan hingga ia beranjak dewasa. Rasa takut merupakan hal wajar.

Nah, yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana ia menghadapi rasa takut tersebut. Reaksi takut yang berlebihan dapat menyulitkan anak di masa depan.

Alangkah baiknya, sejak dini ajarilah anak cara menenangkan diri ketika rasa takut menderanya, misalnya dengan menarik napas dalam, mengelus dada, dan berdoa.

5. Bimbing anak untuk bertindak dengan tepat

Saat anak takut pada suara keras atau bising, ia mungkin akan melakukan tindakan yang keliru, seperti ikut berteriak, marah, atau membenamkan diri.

Tindakan tersebut sebenarnya tidaklah menyelesaikan masalah. Solusinya, ajarkan anak bertindak solutif untuk menghalau rasa takutnya.

Ambil contoh, jika takut pada suara bising, cukup menjauh dari suara tersebut dengan tenang tanpa harus emosi.

Begitupun ketika ia takut pada suara blender, ajarkan ia untuk menyampaikan ketakutannya dan meminta Anda untuk mematikannya.

6. Ajarkan anak membedakan suara keras yang berbahaya

Rasa takut anak pada suara keras tidak selamanya buruk.

Sebenarnya, itu merupakan respons alamiah manusia untuk waspada terhadap tanda-tanda bahaya yang mungkin terjadi di sekitar.

Hanya saja, anak mungkin sulit membedakan mana suara keras yang aman dan mana yang berbahaya.

Jadi, mulai ajarkan mereka untuk mengetahui suara-suara yang berbahaya, seperti bunyi klakson mobil di jalan.

Agar ketika anak mendengar suara tersebut, ia tahu harus berbuat apa.

Kapan harus ke dokter jika anak takut pada suara keras?

 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, takut pada suara keras sebenarnya adalah hal yang wajar terjadi pada anak.

Namun sebaiknya, Anda waspada jika hal tersebut disertai gejala-gejala lainnya, seperti:

  • berkeringat dingin,
  • jantung berdetak kencang,
  • sakit dada,
  • mual atau muntah, dan
  • pingsan.

Gejala-gejala tersebut bisa jadi pertanda phonophobia, yaitu semacam gangguan kejiwaan yang menyebabkan seseorang takut secara berlebihan pada suara keras.

Segeralah periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Selain itu, mengutip situs Northwestern University, terlalu sensitif pada suara keras bisa jadi pertanda gejala autis pada anak.

Jadi, sebaiknya Anda waspada jika anak juga mengalami masalah tumbuh kembang seperti:

Sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan kondisi tersebut.

Dokter nantinya akan melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti tes pendengaran dan tes perkembangan anak.

Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah rasa takut tersebut adalah hal yang wajar atau tidak sekaligus memberikan saran penanganan yang tepat untuk si kecil.

Share63Tweet39

RelatedPosts

Manfaat dan Efek Samping Terapi Hormon untuk Menopause
Kesehatan

Manfaat dan Efek Samping Terapi Hormon untuk Menopause

Agustus 14, 2021
Cara Mengurangi Nafsu Makan Dan Ngemil Berlebihan Saat Diet
Kesehatan

Mengurangi Nafsu Makan Dan Ngemil Berlebihan Saat Diet

November 20, 2021
Cara Mengatasi Radang Amandel pada Ibu Hamil
Kesehatan

Cara Mengatasi Radang Amandel pada Ibu Hamil

Agustus 15, 2021
Operasi Kanker Kelenjar Getah Bening, Seperti Apa Prosedurnya?
Kesehatan

Operasi Kanker Kelenjar Getah Bening, Seperti Apa Prosedurnya?

Agustus 13, 2021
Cara Memutihkan Kulit Wajah atau Tubuh secara Alami
Kesehatan

Cara Memutihkan Kulit Wajah atau Tubuh secara Alami

November 3, 2021
Aturan Minum Kopi untuk Anda yang Meminumnya Setiap Hari
Kesehatan

Aturan Minum Kopi untuk Anda yang Meminumnya Setiap Hari

November 27, 2021
Next Post
4 Jenis Operasi Kanker Otak dan Efek Sampingnya

4 Jenis Operasi Kanker Otak dan Efek Sampingnya

Tiket Harga Masuk, Foto dan Lokasi Pantai Raja Ampat Terindah

Tiket Harga Masuk, Foto dan Lokasi Pantai Raja Ampat Terindah

Gaji Tukang Parkir Pesawat dan Tugas, Dalam Dan Luar Negeri

Gaji Tukang Parkir Pesawat dan Tugas, Dalam Dan Luar Negeri

Recommended Stories

Posko Lebaran 2026 Bandara Sentani Jayapura Beroperasi 18 Hari

Posko Lebaran 2026 Bandara Sentani Jayapura Beroperasi 18 Hari

Maret 15, 2026
Menjelang pensiun, Sekda Samarinda ajak pejabat baru lanjutkan proyek strategis

Menjelang pensiun, Sekda Samarinda ajak pejabat baru lanjutkan proyek strategis

Maret 15, 2026
Pengertian dan Fungsi Database dalam Pemrograman

Pengertian dan Fungsi Database dalam Pemrograman

Oktober 4, 2021

Popular Stories

  • Canva

    Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Canva

    194 shares
    Share 78 Tweet 49
  • Contoh Surat Rujukan Format Lengkap

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Daftar SWIFT Code (BIC) Seluruh Bank di Indonesia (BCA, BRI, BNI, Mandiri, dll)

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Cara Nuyul Cryptotab Browser Menggunakan VPS, BitCoin Ngalir Terus Tanpa Pake Komputer Sendiri

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
Antoni Blog

© 2026 Antoni Brlog.

Internal Link

  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Terms & Conditions

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Bisnis & Finance
  • Development
  • Digital Marketing
  • Hosting & VPS
  • Resources
  • Teknologi
  • Berita

© 2026 Antoni Brlog.

KOMPAS Me
  • LOGIN
  • LIVE TV
  • NASIONAL
  • REGIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • SELEBRITAS
  • FILM
  • MUSIK
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • LIVE STYLE
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN
  • OLAHRAGA
  • KULINER
  • TALK SHOW
  • LAIN-LAIN