Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Menimbulkan Kekhawatiran
Seorang aktivis KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat pada Kamis malam. Kejadian ini menarik perhatian publik dan memicu kekhawatiran akan adanya upaya pembunuhan yang terorganisasi.
Penilaian dari Mantan Penyidik KPK
Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengungkapkan bahwa serangan tersebut sangat mungkin merupakan upaya pembunuhan yang terencana. Ia menyatakan bahwa cara pelaku menyiramkan air keras ke wajah korban menunjukkan niat jahat yang berpotensi menyebabkan kematian.
“Serangannya itu saya yakin maksudnya membunuh. Kenapa? Pelakunya ini menyiram air keras di area muka. Kalau area muka kena air keras, kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal,” ujar Novel dalam konferensi pers.
Ia juga menambahkan bahwa jika tidak sampai menimbulkan kematian, serangan tersebut paling tidak bertujuan menyebabkan cacat permanen pada korban.
Serangan Diduga Terorganisasi
Novel Baswedan mengungkapkan bahwa ia telah melihat rekaman CCTV yang menunjukkan dua pria melakukan penyiraman terhadap Andrie Yunus. Dari rekaman tersebut, ia menilai tindakan para pelaku tidak dilakukan secara spontan, melainkan memiliki pola yang menunjukkan perencanaan dan koordinasi.
“Pelakunya tidak sekadar satu motor berdua begitu saja. Saya yakin ini terorganisir. Ada simbol-simbol tindakan di lapangan sehingga ketika menyerang itu sangat terstruktur,” ujarnya.
Selain itu, Novel juga mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus tersebut serta meminta Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian khusus. Menurutnya, kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan serangan serius terhadap aktivis masyarakat sipil.
Kronologi Penyiraman Air Keras
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 23.37 WIB. Saat kejadian, korban sedang mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Ketika melintas di sekitar Jembatan Talang, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran 2016–2021 menghampiri korban dari arah berlawanan.
Ciri-ciri Pelaku
Pengendara motor: mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga berbahan jeans, dan helm hitam.
Pembonceng: mengenakan penutup wajah seperti buff hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban. Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.
Polisi Masih Dalami Kasus
Kapolda Polda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. “Masih dilakukan pendalaman, anggota kami masih bekerja. Doakan saja bisa segera terungkap,” kata Asep saat meninjau arus mudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur.
Profil Aktivis KontraS Andrie Yunus
Nama Andrie Yunus dikenal luas sebagai aktivis hak asasi manusia di Indonesia. Ia saat ini menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, organisasi masyarakat sipil yang fokus pada isu pelanggaran HAM dan reformasi sektor keamanan.
Riwayat pendidikan dan karier:
- Alumni Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera
- Lulus pada 2020 dengan skripsi tentang peran paralegal dalam mewujudkan persamaan di hadapan hukum
- Pernah bekerja di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta pada 2019–2022 sebagai advokat
- Sejak bergabung dengan KontraS pada 2022, Andrie aktif menyuarakan berbagai isu seperti:
- Reformasi sektor keamanan
- Perlindungan korban pelanggaran HAM
- Kebebasan sipil dan advokasi masyarakat
Ia juga pernah menjadi sorotan publik pada 2025 setelah bersama aktivis masyarakat sipil mendatangi rapat pembahasan revisi Undang-Undang TNI yang berlangsung tertutup di sebuah hotel di Jakarta. Selain itu, Andrie pernah hadir sebagai saksi dalam sidang uji formal Undang-Undang TNI di Mahkamah Konstitusi.












